your data is lost!!!!
Backpackeran part 2 to malang and
batu town.
Tanggal 7 februari sekitar pukul
14.00 pergi ke statiun poncol untuk beli tiket. Disaat itu yang beli tiket itu
ada puspa(Mami kitee), dearest, Syu, dan tentunya gue sendiri. Sebelumnya sih,
yang berencana mau beli itu bukan gue tapi ifa, tapi ifa bilangnya lagi males.
Yauda, akhirnya kita kumpulin ktp. Nah, udah sampe stasiun poncol kita langsung
ke bagian loket, sebelum membayar kita di suruh ngisi formulir dulu karena
keberangkatan kita masih sekitar 2 minggu lagi. Terpaksalah, kami mengantre
lagi dari bagian yang paling belakang. Tak terasa, kami pun berada id depan
loket, saat sudah sampe di depan loket, petugas pun memberi tahu bahwa kereta
ke Malang, ada pada pukul 21.50 wib. Yauda tanpa berfikir lama, aku dan puspa
membelinya untuk pergi ke malang dan pulang untuk ke semarang. Yaaah teman
tiketpun sudah ada di tangan, tiket itu untuk 7 orang.
Oke sebelum masuk cerita
perjalanan dan pulang, akan ku perkenalkan dahulu teman-teman yan akan pergi ke
malang:
1. Puspa
: Dia ini adalah ibu kita selama perjalanan. Pendiem, kalo ngomong langsung
pedes banget kayak sambal korek, bendahara sekaligus suka menghitung-hitung
uang ketika uangnya itu di jadikan sebagai pt-pt.
2. Ifa
: Pendiem, suka banget gangguin gue, pernah tuh gue di kagetin sama dia sampai
ngompol, saling membantu, bisa melakukan banyak ekspresi ketika berbicara,
cocok lah kalo jadi kaka senior galak. Ahha
3. Dearest
: Ini orang di panggil teman2nya de..de miungkin yang asal namanya dea. Ini
orang hobi banget tidur, entah kenapa dia mungkin yang paling kuat kalo disuruh
tidur, saling membantu juga, dia juga yang bawa kartu uno buat main disana.
Sayangnya engga ke pake gara-gara pada milih main kartu remi.
4. Masfur
: Beeh, ternyata setelah tau dalamnya dia ini orangnya cocok banget jadi
seorang polwan, beneran deh. Udah gitu paling mengerti deh, oh ya rumornya kalo
udah debat sama nih orang beeh kalah deh nantinya.
5. Norma;
mereka nih bisa di bilang kembar. Kenapa gitu? Ya kalau norma bisa di kata dia
orangnya polos banget tapi kalo ngomong juga langsung to the point, ngejleb
deh.
6. Kalau
siu, ya di ini pinter tapi kelihatan banget bocahnya.
7. Dan
terakhir meiza : sosok yang humoris, paling lama kalau tidur, dan suka penanya
tempat dan alamat waktu di malang. Oh ya nih orang kalo ketawa beeh, udah kayak
ga tau tempat habisan udah ke lewat senang kali ya.
Setelah selesai kami membeli
tiket, kami tidak langsung pulang ke tempat masing-masing, tetapi kami masih
jaan-jalan bareng. Rencana berlangsung kami jalan-jalan ke kota lama untuk
berfoto-foto disana tempat banyak bangunan lama belanda yang masih budaya kuno.
Tidak terasa foto-fotopun selesai dan di lanjutkan solat ashar terlebih dahulu
di tempat eyang. Agak lama, waktu yang di sempatkan ke tempat eyang hingga
pukul 17.00 wib di lanjutkan ke gedung imam barjo, undip disana sedang di
adakan joba fair. Sayangnya, setelah sampai disana kurang lebih 5 menit sudah
tutup. Yaaah, seperti itulah dan di lanjutkan pulang ke tembalang.
Pulang dengan kesenangan dan
kebahagiaan bersama karna mendapatkan tiket untuk jalan-jalan ke kota malang. Tak
terasa, hari semakin berganti menandakan akan pergi ke kota malang. Seminggu
telah terlewati setelah dari pembelian tiket, jujur aku tak sabar untuk
menyelesaikan kuliah dan uas SP ini
selama kurang lebih 1 bulan. Persiapan menuju ujian terkahir tepat pada hari
kamis nanti disaat hari keberangkatan, aku benar-benar mempersiapkan dengan
maksimal sampai-sampai belajar biokimia degan dearesty dan kimia dasar dengan
Nuhaulfa. Ya, belajar kita tapi becandanya juga ada. Bercandanya yaitu saat aku
lagi hendak mau solat magrib dan mengambil air wudhu di buat terkejut oleh
nuhualfa, entah mengapa saat itu ia sedang sangat senang mengangguku. Berbeda
dengan dearesty dia hanya duduk di luar kamarnya dengan membaca buku biokimia
(ciyee, calon ahli biokimia).
Tanggal 21 Februarri 2013 pun
tiba dimana hari itu adalah 2 mata kuliah akan di ujiankan. Ujian biokimia di
mulai pada pukul 09.00 walaupun ngaret sejam aku coba untuk membuka catatan
ringkasanku yang telah di pelajari agar
tidak lupa. Budaya ngaret masih berlaku ternyata di dunia perkuliahan kalau
terlambat sama saja sih. Tepat pukul 09.00 wib ujian berlangsung suasana
keributan di dalam ruangan secara spontan berhenti tanpa ada berbisik atau
melakukan hal yang curang karena dosen berkata “ siapa yang curang, saya akan
tahu dan nilainya di bagi 2”. Semua mahasiswa terdiam di ruangan itu, aku
disamping riza (salah satu temanku yang mengikuti kss, dia seorang amat
keibuan) juga menatapku denga penuh
tajam pertanda aku dan dia bisa melakukan dengan baik dan mampu melakukannnya
penuh sunguh-sungguh. Ujian di mulai…..
Waktu terus bergulir, tetapi
suasana dalam ruangan kelas tidak terlalu berisik walaupun ada yang berbisik
satu sama lain, berfikir jawaban yang akan ku jawab dan terdengar seseorang
memanggil, teman sebelahnya ingin meminjam penghapus atau hal lainnya. Tak
terasa, dari 7 nomer dengan banyak anak pertanyaan, aku berhasil menjawab
semuanya ya walaupun aku agak tergesa-gesa karena waktu telah habis untuk
mengerjakan. Aku tinggal berdoa saat ini, aku tahu Tuhan mengetahui hasil kerja
kerasku selama kss ini. Akhirnya, dalam benakku telah selesai mengerjakan semua
soal yang diberikan dosen kepada kami. Oh,ya di KSS itu yang mengikuti bukan
hanya angkatan 2011, tetapi ada 2010 dan 2008. Tidak masalah buat pribadi
masing-maisng yang penting tujuannya sukses. Yihuui, itulah kata gue sendiri
dan beberapa teman.
Tepat sore hari sekitar pukul
16.00 aku masih bergegas merapikan
barang yang akan di bawa ke malang serta kamarku yang masih kelihatan
berantakan aku pun juga bergeags merapikan dengan satu persatu agar terlihat
nyaman dan rapi. Tak terasa, waktu terus bergulir aku tinggal beberapa barang
yang perluaku rapikan. Tepat pukul 16.30, melirik jam tangan sudah membuat aku
merasa terburu-buru, mama juga yang sudah mengomel yang suaranya terdengar dari
kawasan simpang lima sampai rumah eyang (kawasan erlangga). Ya, membuatku
begitu sangat panik pada waktu itu. Tak lama kemudian, aku pun bergegas menuju
kamar mandi untuk siap-siap berangkat menuju rumah eyang. Selesai mandi, aku
pun langusng memakai baju santai sekaligus untuk berangkat menuju stasiun.
Melihat jam di tangan sebelah
kiriku ternyata waktu sudah menunjukkna waktu 17.30 wib. Awalnya terasa
deg-degan untuk pergi backpackeran ke kota Malang, tetapi sungguh sangat
menyenangkan. Aku bergegas ketempat eyang untuk menunggu teman-teman karna di
pastikan kami akan berangkat bareng ke stasiun poncol. Ya tepat, jam 19.00
teman-temanku yang akan berangat ke malang sudah berkumpul, mereka awalnya
ketemu sama mama, eyang, pokoknya seisi orang-orang ang ada di rumah saat itu.
Sembari menunggu pukul 20.30 karena kami akan menuju ke stasiun, kami pun
segera melaksanakan solat isya dan makan. Alhamdulilllah, eyang menyuguhi makan
malam utnuk kami sehingga kami tidak perlu untuk keluar dari rumah. Sangat
senang dimana hari itu, adalah hari yang menggembirakan. Yihuuii, ucapkku J.
Waktu sudah menunjukkan 20.30,
setelah selesai makan malam, sepupuku inong menelpon taksi untuk datang kerumah
dan menmbawa kami ke stasiun poncol. Beberapa menit kemudian taksi sudah berada
di luar pagar rumah eyang. Satu persatu dari kami menaiki taksi. Untung saja
muatan taksi tersebut dapat bermuatan 7-8 orang. Mobil pun bergegas memutar
balik dan kami semua turut melambaikan tangan kepada orang-orang yang kami
tinggalkan. Ketika di dalam taksi, tak lupa kami panjatkan doa kepada tuhan yang
maha esa, agar kami dapat tiba dan kembal dengan selamat. Aku turut bersyukur
atas karunia yang diberikan dari-Nya. Jarak dari rumah eyang ke stasiun hanya
berkisar 7-10 menit. Sepanjang jalan menuju stasiun kami mengobrol hingga tak
terasa sudah tiba di stasiun. Malam itu, terasa dingin dan ruang tunggu begitu
amat sepi. Hari itu, tidak seperti hari libur yang selalu penuh dengan
rombongan penumpang. Aku turut merasakan kebahagiaan dengan teman-teman. Tiba
di staisun pukul 21.00, karena aku yang menegang tiket seluruh teman-teman
akhirnya aku membaginya dengan rata agar tidak ribet nantinya saat pemeriksaan
karcis. Saat pemeriksaan karcis, seorang satpam mengatakan ada dokter kecil
disini sambil menunjuk ke arah salah satu temanku antar puspa atau norma, hingga
kini masih di eprtanyakan. Sayangnya, arah dari petugas karcis tersebut tidak
tepat. Tak lama kemudian kami sudah berada di ruang tunggu, disana hanya ada
cleaning service dan keluarga yaang terdiri seorang bayi, bapak, dan ibu.
Jujur, bapak itu melihat kita sangat sinis. Aku tak mengatakan tersebut kepada
teman-temanku, alhasil aku bersikap positif. Sembari menunggu kereta datang,
Tak lama, sekita pukul 10.30,
kerete matarmaja tujuan akhir malang datang melaju ke stasiun poncol semarang.
Bergegas kami, siap menyiapkan barang-barang aar tak ada yang tertinggal menuju
gerbong yang akan kami naiki. Kereta pun berhenti, gerbong yang kami naiki
adalah gerbong 4. Terlihat disana, penumpang di gerbong terasa sesak dan penuh
akan keramaian. Walaupun keadaan demikian, aku tetap bahagia karena masih bisa
berbarengan dengan teman-teman. Tempat duduk kami adalah; 18 a. b. dan c, 19 B,
20 a, b, dan c. Aku mendapat nomer kursi yatiu 20 C dimana aku duduk dengan
masfur dan siu. Perasaan penuh bahagia dan bercampur keringat karena terasa
sangat gerah di saat itu akibat kami menaruh barang dahulu dan sangat sesak.
Terlihat pada dinding Kereta
Matarmaja bertuliskan untuk menuju kota malang yaitu:
Poncol-solojebres-madiun-nganjuk-kertasono-kediri-tulungagung-blitar-malang
Tak lama kemudian, akhirnya kami
pun duduk di tempat masing-masing. Perjalanan menuju kota malang sekitar 8 jam.
Selama di kereta hingga akhir, banya mengisi waktu dengan mengobrol, tidur,
melihat pemandangan meskipun gelap di saat itu. Untuk mengisi waktu, aku
bersama siu dan masfur mengobrol, bersenda gurau. Jujur saja, aku baru sedekat
ini dengan mereka. Ya jujur saja, dahulu aku sangat dekat sahabatku, Amel. Tapi
aku sadar semua itu berubah, ketika aku menemukan sahabat-sahabat baru selama
perjalanan ke Malang.
Waktu terus berjalan, aku pun
mulai menguap-uap bertanda mata harus di pejamkan agar besok saat perjalanan
aku kembali fit. Waktu terus bergulir hingga fajar, saat aku terbangun secara
tak sengaja aku melihat pemandangan begitu indah. Suasana di pagi itu, terasa
dingin. Sawah terbentang sangat luas yang latar belakang di sawah itu adalah
sebuah gunung yang tinggi. Aku pun membangunkan siu dan masfur yang saat itu
masih terlelap tidur. Pemandangan menuju kota Malang pun begitu indah.
Tiba di kota malang menunjukkan
pukul 08.10 menit ku lihat pada jam tangan yang berada di sebelah kiri.
“Malang, I’m coming” ucapkanku dalam hati. Aku sangat senang begitu langkah
kakiku menapak di stasiun kota baru malang. Sesampainya, di stasiun kota
malang. Bergegas kami menuju pintu keluar, disana terlihat banyak pengantar
ataupun orang yang akan menaiki kereta dengan tujuan masing-masing. Kemudian,
kami menunggu di ruang tunggu untuk menunggu kakak sepupunya ifa karena dialah
yang akan megantar kami ke tempat penginapan. Kakak sepupu ifapun datang dnegan
gaya tomboynya, bisa dikatakan seperti preman perempuan, hahaha… Tak terasa,
kami pun semua menaiki angkutan berwarna biru menuju terminal landungsari.
Terminal tersebut untuk meneruskan ke kota batu, malang. Harga angkutan disana,
jauh atau dekatnya terhitung sama berkisar Rp 2500,00. Perjalananpun
dilanjutkan dengan menaiki angkutan berlambang AML (yang intinya itu ada tujuan
ke terminal landungsari). Sepanjang perjalanan menuju kota batu, kami melihat
sekitar kanan-kiri jalan yang di dominasi dengan plat polisi berlabel N. Banyak
sekali yang dapat kami lihat, mulai dari tugu kota malang, malang town square
itu layaknya seperti crowne plaza(semarang). SMPN, SMK,dan SMA Negeri di kota
malang tersebut terlihat seperti bangunan tua yang benar-benar kebudayaan kota
malang, Perpustakaan umum, universitas. Oh ya, disana itu kebanyakan
universitas islam yang namannya pun macam-macam. Jika, dibandingkan dengan
universitas islam di semarang perbandingannya sangat jauh sekali mulai dari
bangunan, tempatnya juga. Perjalanan menuju kota batu memakan waktu 1 jam.
Akhirnya, setelah selama 1 jam
berada di angkot, kami turun di depan toko triyadin. Toko tersebut di lengkapi
dengan barang-barang konsumsi. Satu peresatu dari kami turun dengan membawakan
barang-barang. Mbak lia, sebut saja dia adalah saudara sepupu ifa sudah menuggu
di depan toko triyadin. Setelah turun semua, kami pun bergegas untuk menuju
penginapan. Penginapan sangat jauh, jalannya juga belok-belok harus hapal jalan
intinya biar ga kesesat. Alhasil, mbak lia mengantar kami satu persatu ada yang
berdua juga di bonceng. Ronde 1 Ifa dan norma, ronde ke-2 siu dan dearesty,
ronde ke-3 gue dan masfur dan ronde terkahir puspa. Saat ronde 1 sampai di
penginapan, norma menelpon puspa untuk memberi tahu kalau penginapan tersebut
sebuah rumah serta id lengkapi semua fasilitas juga ada. Setlah semua sudah
tiba dirumah, kami benar-benar tidak menyangka ternyata penginapan tersebut
memang sangat enak, nyaman, bersih, lebar, dan cocok untuk kami pada saat itu.
Rumah tersebut di lengkapi 2 kamar, 1 kamar mandi, 1 ruang dapur, 1 ruang
makan, ruang tengah yang lumayan luas. Rumah tersebut merupakan penginapan yang
sangat enak untuk keluarga.
7 anak traveller sudah tiba semua
di rumah penginapan. Rumah penginapan itu terletak di kota Batu. Rumah tersebut
sangat nyaman untuk merasakan rasa tenang., be continuoe!