Senin, 19 Desember 2016

Come back

liat mereka, jadi pengen nulis



Hei,
Malam ini aku bertemu denganmu lagi.
Masih jelas, aku melihatmu
Maafkan aku yg membuatmu semakin terluka
Aku lagi-lagi merasa tak menjadi diriku
Aku terlalu naif
Lagi-lagi aku terlalu mengaturmu
Aku melakukan salah lagi
Maafkan aku
Aku harap kamu jangan bosan
Aku masih membutuhkanmu, karna aku mencintaimu
Ahhh, bodoh sekali..
Bagaimana jika kita bertukar posisi?
Kamu jadi aku,
Aku jadi kamu,
Aku ingin menjadi kamu
Lakukan aku seperti aku melakukan padamu
Tolong aku..
Aku tak ingin kamu tersakiti
Karna caraku menyakitimu
Bantu aku,
agar tak ada lagi tangisan di pipi ini
Aku terlalu jahat untukmu
Jangan biar aku selalu menusukmu diam-diam
Bantu aku jalani ini..
Semoga rasa itu untukku masih sama
Aku masih merindukanmu..
Baiklah, aku kembali

dont kill me

mereka lagi..

malam ini masih sama
kamu buat air mata berkali-kali tumpah
lagi-lagi aku gagal
aku gagal tak menangis
aku terlalu mencintaimu
sampai aku lupa diri
aku menjadi sama
suka menjadi duka
aku masih teringat ditempat ini
cacian, semua yang kamu lakukan
aku ingin menguburnya dalam-dalam
tanpa memikirkanmu
lagi-lagi aku gagal
kamu berhasil
merendahkanku,
meremehkanku,
aku gagal
aku gagal
aku gagal membuatmu bahagia
aku gagal membuat diri ini menjadi wanita yang tak kenal manja
aku mulai kehilangan kendali
semenjak ada kamu
aku kehilangan sifat mandiriku
aku tak lagi sama
aku ga kuat
aku tak mampu menghadapimu
tolong kamu jauh dariku
aku tak ingin melakukannya
karna aku tak mampu kehilangan
tapi, jika kamu yang ingin
aku siap menerimanya
aku harus seperti apa?
harus bagaimana?
haruskah seperti dia?
aku sudah melakukan banyak hal
tapi itu semua gagal
aku gagal membuatmu bahagia
biar aku yang pergi
tapi dengan cara yang memintaku pergi
aku kehilangan akal, cara, langkah
aku mulai tak menerima
aku masih menyayangimu, TULUS
bagaimana kamu?

izinkan aku pergi
izinkan aku memulai hidupku
izinkan aku mencari kebahagiaan
izinkan aku melupakanmu
izinkan aku tanpamu
izinkan aku memberikanmu bahagia

ucapkanlah kata pisah
aku terima
aku ingin kamu bahagia
sekian.

Minggu, 18 Desember 2016

Hampir kandas

lagi-lagi mereka..


Masa itu kemabli lagi
Aku meneteskan air mata
Semua ucapan kamu, perktaan kamu di luiar dugaanku
Aku kembali menjadi wanita yang terus menundukkan kepala
Ya, aku tak kuat menahannya
Air mata itu terus menerus ada di pipiku
Aku bukan lagi seperti dulu
Aku sudah tersadar
Hingga akhirnya aku memilih INGIN pergi
Dimana lagi sikap peduli mu?
Haruskah aku jadi korban untukmu?
Dengan segala perkataanmu
Pervuatanmu yang menusukku berulang kali
Apa aku tidak sebaik yang kamu inginkan?
Malam ini aku mulai menyerah
Sayangnya kamu tak berucap hal yang sama
Aku menginginkan
Maafkan aku, membuatmu merasa ingin pergi dariku.
Aku ingin perg.
Aku ingin pergi darimu.
Izinkanku..

Kamis, 01 Desember 2016

pergi.

Percaylah, Tuhan Adil, lagi-lagi mereka

Inikah sikapmu padaku?
Tak sama sekali kamu hiraukan
Aku begitu peduli padamu
Tapi, bagaimana denganku?
Kau hempas begitu saja..
Kebahagiaanku..
Aku mulai tersadar pada lamunan
Kamu bukan lagi yang dulu
Yang begitu tulus menyayangi
Aku tak mampu lagi..
Aku ingin pergi
Tapi hati ini tak ingin pergi
Tolong aku..
Jangan kau hadapkan lagi bagaimana rupamu

Biarkan aku lekas pergi
Tanpa kamu
Tanpa kecewa
Tanpa luka
Tanpa meninggalkan luka

Jika kamu bersikeras dengan egoismu
Baiklah aku mundur
Aku tak mau..
Kamu mementingkan keegoisanmu
Aku tak sanggup
Tolong aku..
Keluar dari zona ini
sama sekali kamu hiraukan
Aku ingin pergii
































Rabu, 30 November 2016

mantan penulis galau

Lagi-lagi mereka

Tulisan ini sengaja aku buat sedemikian rupa
Bukan berarti aku ingin berlebihan terhadap sesuatu hal
Tapi bagaimanapun aku ingin menulisnya serapi mungkin
Percayalah, aku berusaha mendampingimu
Meski sering kali, kamu mengacuhkanku.
Ya, bukan secara inginku
Tapi apa daya, aku ingin bersikap seadanya
Sering kali, aku berusaha tak mengertimu
Aku cukup seksama mengertimu
Aku tak ingin berharap lebih
Ta[i kali ini aku berubah pikiran
Aku menjadi bukan diriku sendiri


Ada apa denganmu?
Bagaimana jika aku tak ada lagi disampingmu?
Apakah km merasakan sepi tanpa kehadiranku?
Atau merasa bebas tak ada diriku?
terima kasih, kamu mengubah lagi mimpiku

Aku mencoba bangun dari mimpiku
Berkali-kali tak ada perubahan
Aku bangkit dari kesadaranku
Ada rahasia yang tak ingin kusampaikan
Ya sudahlah, aku bangkit dari mimpiku

























Sabtu, 19 November 2016

Dimana kamu? AKU RINDU

Mereka sama saja

Senyum itu tak lagi sama
senyum yang penuh keikhlasan
kini tak muncul lagi di garis bibir itu
bukan diriku sebenarnya.
melainkan hati yang memberikan tanda itu.

Waktu berjalan begitu saja.
Aku dan kamu jadi diam membisu
Apa yang salah?
Kamu menjadi arogan, egois, dan patah semangat
Lantas, kemanakah dirimu?
Apakah sama-sama menghilang?
Aku tak lagi sama.
Betul memang..

Aku menjadi jutek, bermuram muka
Bukan itu yang aku ingini..
Tapi kamu yang mengubahnya.
Masihkah kamu mengingat bagaimana dulu kita?
Aku merindukannya..

Mungkin kamu tidak..
Entahlah..
Saat ini doaku masih sama
Semoga kamu cepat kembali seperti dulu
Lelaki yang penyayang, baik hati, pemarah

Selasa, 18 Oktober 2016

Lagi-lagi mereka

Di tempat yang sama
aku tak membuat senyumanku
aku menjadi ragu
kamu membuatnya sama
seakan aku yg perbuat

mengapa km yg menyalahkan?
belum cukup puaskah?
ucapan, perbuatan, kata2mu itu
aku masih menunggu
ya..menunggi lagi
kini aku yg lelah

km yg memilih utk tidur
berdiam diri, acuhkan diri untukku
lantas aku untukmu??
semoga kau merasakan
lagi-lagi kamu melakukan salah
tapi aku jg bermohon padamu
meminta maaf..
bodoh memang..
aku saat ini lg dalam posisi terendahku..
seenaknya saja km bisa memperlakukan diriku
tak peduli, acuhkan, cacian, hinaan
kutelan begitu saja
lagi-lagi, aku tak jauh..
untuk memperdulikanmu

Hampir 5 jam, aku duduk disini
menantimu..
tak kunjung kabar darimu tuk menemuiku..
ya..ya..lagi-lagi aku masih seprti sama
berharap km datang..
aku pun lelah..
lelah selelahnya..
kamu tau, petugas kebersihan..
hingga menertawakanku..
tak taukah, bagaimana rasanya aku menyimpan malu?
aku diam, terkutuk malu
tak ingin tunjukkan parasku

mengapa km setega ini denganku?
masihkah hatimu untukmu?
mengapa km tak lelah melukaiku?
jujur, hingga kapan km melukaiku?

october

Kamis, 13 Oktober 2016

BAHAGIA RINDU

Sahabatku bersabarlah

BAHAGIA RINDU
Tempat yang sama..
waktu yang berbeda..
aku bertemu kembali masa mudaku,
tapi kini bukan aku yang melakoni, melainkan mereka
Mereka bisa dikatakan 5/4 tahun dr umurku kini
Terlihat lugu, wajah terlihat kekanakan
ya meskipun kini, aku bisa dibilang masih imut hihi
Lucu sekali rasanya..
aku kini bukan dikatakan sebagai mahasiswa baru
Bisa kutebak, mereka belum menemukan sahabat
sahabat baik..
ngomong soal sahabat..
sahabatku semasa kuliah, ntah tak ada kabar..
tak bisa bermain seperti dulu..
aku rindu..ya rindu..
aku rindu semasa kuliahku..
semasa kuliah, aku bertemu dengan pria
notabenenya “pria tampan”
Tak disangka, dari sebuah buku ijo “biologi”
kita pun menjadi pasangan.
Bersulang beberapa lama setelah pelantikannya..
Tepat di bulan mei, kita pun meresmikan hari jadi kita
terdeengar aneh, alay, lucu..
Benar kenyataan, aku dan dia membuat kesepakatan utk bersama
Tlah terlewati masa-masa cemburunya aku..
kalo dia, tak bisa kutahu..
karna dia menyembunyikan atau memang tak cemburu hehe..
Ya, semasa kuliah aku merasakan jatuh cinta, persahabatan, organisasi, komunitas
Masa-masa itu penuh menghabiskan waktu
Hingga aku lupa untuk kembali kekotaku “bekasi”
aku rindu..
tapi apa daya..
masih banyak tanggungan yang harus kuselesaikan saat itu
lalu..bagaimana dengan dirinya.??
kebetulan sekali, kita menjadi satu organisasi
Sebut saja “Pria tampan” ini..
Dia membuatku terpesona “SEKILAS” hehe
Dia saat ini hampir tiga tahun menemaniku
Hingga menjadi pedampingku “wisuda”
Sayangnya, maish dibilang “PACARKU”
Hei, pria tampan?? Kapan aku bisa dibilang “Istriku”
Duhai bahagianya bukan..
Hem, omong2 soal akademik..
Nilai juga ngga rendah-rendah banget, alhamdulillah..
Bisa untuk melamar kerja... tapi mengapa...
Belum ada pekerjaan untuk diriku..
Apa ada yang salah dengan persyaratannya? tak cocok posisinya?
Ya entahlah..
saat ini aku masih terus coba dan mencoba
Hingga akhirnya tiba..
Namaku ada dalam sebuah perusahaan negeri/swasta
Dan menjadi “PEGAWAI TETAP”
Dengan mengitu, setelah beberapa tahun bekerja..

aku bisa melanjutkan sekolahku “S2 Major Perikanan”.. Sekian..

Rabu, 12 Oktober 2016

Teman....

Hari inio masih sama seperti hariu kemarin
tak ada bvedanya
begini rasanya jadi jobless
ya Rabb, hamba tak ingin menyerah
hamba lelah seperti ini..
hamba memmang sellau mnegeluh
apa yang harus hamba lakukan??
bingung..
tak ada teman yang menemani
Dimana mereka?
sibujk dengan urusannya..
huft.. hati ini gundah..
panggilan tak kunjung datang..
tak ingin  terallu bersantai ria..
tapi apa daya..
inilah yang aku rasakan..
apa yang harus aku lakukan..
curahan hati yang tak dapat kuungkapkan semua..
.
.
.
Teman dimanakah kalian???
aku mebutuhakan kalian..
itu saja...

Minggu, 25 September 2016

Thxfr3yearsss

Karna mereka,begitulah


Kamu...
hampir tak pernah hilang dari hati, pikiran, ingatan
bagaimana kamu dulu begitu polosnya
kamu dengan kekeuhnya
kalo itu benar menurutmu, akan kamu jalanin terus
ya..tanpa memikirkanku.. meskipun itu menyakitkanku
kamu lupa bagaimana berempati dengan hati ini
........................................................................

waktu pun berlalu begitu saja
kamu pun mampu menjadi apa yang aku inginkan
maafkan aku
yang banyak berkeinginan darimu
aku sering menyakitimu
hingga kamu sakit akan diriku
tapi kamu selalu mengelak..

maafkan aku..maafkan
ini bukan inginku
kamu terlalu membuatku seperti ini
aku takut kehilanganmu
maafkan aku kesayanganku..
ini bukan keinginanku
semoga kamu bisa bertahan

aku ingin melwati masa tua yang indah bersamamu..

loveyuu

Senin, 05 September 2016

kamu, teman ceritaku

teruntuk kamu yg jauh disana

shabatku, bersabarlah//mereka sama saja

hari demi hari telah berlalu
bagaimana kabarmu?
aku sampai saat ini masih terbayang
bagaimana kita bertemu, mengucap salam, berbincang
aku ingat betul, bagaimana kamu mencibir diriku
bagiku itu hanya lelucon
sudahlah pikirku..
lantas, sibuk apa dirimu sekarang?
setelah sekian hari kita bersama
becengkrama, bersenda gurau di tempat itu..
hangat betul, tawamu yg tiada henti
ingatkah kamu, bagaimana aku berulang kali melakukan candaan kecil?
sungguh itu membuatmu terasa jengkel
aku rindu semua itu kawan..
tiada lagi kini masa-masa itu
semua tlah di ganti dgn kesendirian, kesibukan yg tiada hentinya..
bahkan sampai kamu lupa akan membalas chat personal dariku..
jika ada waktu dan kesempatan
bisa kita sempatkan utk kembali di masa itu..
meski waktu dan tempat berbeda
aku rindu kawan
maaf jika terlihat berlebihan
aku lebih suka menumpahkan gundahku lwt tulisan
akan terasa menggelikan jika di ungkapkan

teruntuk
kisah di masa itu..
biarkan menjadi sejarah untuk kita
ingatlah kita pernah membuat sejarah abadi di pulau itu..
terima kasih temanku..
canda, sedih, dan tawamu takkan kulupa
maafkan atas cacian, perkataan yg dapat melukai hati kecilmu..

semoga esok, lusa, atau kapanpun kita kan berjumpa lagi..


lovely, hayymeiza

Minggu, 26 Juni 2016

Ibu, apakah aku bukan anakmu?

Rindu kasih sayang
Penuh lembutan
Tanpa cacian
Uraian airmata tak bisa kubendung
Ayah, semoga kau tenang di surga

Ayah, ibu selalu memarahiku
Aakah benar ibu tak mencintaiku?
Sosok ibu yang lemah lembut
Tak lagi kurasakan, Ayah
Pola pikir, tanggung jawab
Kebijaksanaan aku belajar darimu

Ayah, aku ingin sekali bicara
Tangis, tawa, canda padamu

Yah, apakah aku bukan anakmu? :”)

Minggu, 06 Maret 2016

Dadddyyyy

bekerja..
aku wanita tangguh
tak kenal lelah
aaih, sombongnya diri ini
maaafkan aku Tuhan..
aku tak ingin di pandang lemah
aku ingin adekku bisa melanjutkan pendidikannya
begitu pesan Ayah

Mungkin jikalau saat ini masih ada Ayah
aku anak perempuan yang paling bahagia, dibanding saudariku
bukan aku manja, bukan
tetapi cara ayah yang menjadikanku wanita tangguh
ingat dulu, bagaiman ayah bercerita, bagaimana susahnya mencari uang
untuk menafkahi keluarga
Ayahku yang begitu menyayangi keluarga, sungguh..
Dia adalah yang penuh perhatian, penyayang, bijak dan tegas
ketegasannya membuat teman lelakiku dulu, menjauh dariku
aku tak peduli saat mereka menjauh
yang kutau, ayahku sangat ingin melindungiku
hiks,berbeda saat ini
Sang Maha Kaya, mengubah hidupku
kepergiaan Ayah, sungguh menyesakkan dada
aku sangat kehilangannya
Bolehku menangis lagi?
aku sangat merindukannya
ingin sekali dibelai akan kasih sayangnya
bukan karna manja, aku tak manja
tapi karna kasih sayangnya yang tiada habis untukku, Ayu.

love dad :"

just writin'



Apa kabar? Sudah lama kita tak jumpa. Jangankan berjumpa, saling sapa pun sudah tidak. Aku maklumi itu semua. Aku menghargai kehidupanmu, dan kau? entahlah masih peduli dengan hidupku atau tidak.

Mungkin kamu akan bertanya, kenapa aku menulis ini semua? Jika kau mengira, karena aku ingin mencuri perhatianmu tentu tidak. Untuk apa. Lalu jika kau mengira, aku ingin mendramatisir keadaan itupun tidak. Sama sekali tidak.
Aku menulis semua ini hanya karena rindu. Tak pernahkah kau merasakannya juga? Aku harap kau sempat merindukanku walau hanya semalam. Setidaknya kau mengingat bagaimana aku tertawa lalu menangis. Setidaknya kau mengingat bagaimana susahnya berusaha dan mudahnya menyerah.

Cinta kita hanyalah cinta monyet. Cinta yang tumbuh dibawah atap sekolah. Cinta yang terus tumbuh hanya karena memandang dari jauh. Cinta yang terus tumbuh ketika kita bertukar sapa dan senyum. Cinta yang terus tumbuh karena pipiku merona setiap kali mendengar namamu. Manis. Aku masih bisa merasakannya walaupun hanya sedikit mengingatnya.
Aku masih ingat betapa lucunya saat pertama kali aku melihatmu. Kita terlihat canggung. Lalu saling tersenyum sesudahnya.
Aku juga masih ingat betapa indahnya hujan kala itu. kau terus melajukan motor dengan cepat agar aku tidak lama terkena hujan. Aku hanya bisa bersembunyi sambil mengeratkan pelukan dibalik punggungmu. Kau tidak tahu, seberapa banyak aku tersenyum saat itu..

Aku tidak peduli, apakah aku cinta pertamamu atau bukan. Aku menyimpan memori dalam hidupmu atau tidak. Yang aku tahu aku merasakannya. Cukup aku.
Kau juga bukan kekasih pertamaku atau kedua. Tapi percayalah. Kau membuatku mengenal banyak hal untuk pertama kalinya. Kau membuat aku belajar untuk pertama kalinya.
Kau orang pertama yang membuatku merasa berharga dan merasa dihargai. Kau membuat aku merasa bahwa aku adalah seseorang yang patut diperjuangkan. Bukan orang yang selalu menunggu, menanti bahkan meminta.

Untuk kamu, yang sempat hadir.

Maaf aku sempat membuatmu muak. Dengan sikapku yang kekanak-kanakan. Yang sering mengeluh, yang sering berdrama dengan segala masalah. Kau selalu mengingatkanku. Dan lagi, aku terlambat menyadarinya. Aku tau aku salah, tapi siapa yang peduli saat itu. Yang aku tau hanya, cinta itu menyakitkan ketika kamu pergi. Itu saja. Bodoh? Iya. Sangat bodoh. Kadang aku pun hanya tertawa bila mengingatnya. Perjalanan kita amat sangat lucu ternyata.

Aku ingat, kita memulai dengan cara yang salah. Entah aku, atau kamu. Tapi aku tak ingin menyalahkan siapapun, karena untuk masalah perasaan semua orang akan merasa benar. Meskipun penuh kebohongan dan ketidakpedulian. Cukup aku saja yang tau maksud semuanya.

Perjalanan memang kadang membuat aku terbang lalu jatuh. Dan terimakasih, kamu telah menjadi perjalananku. Hidup kadang terasa manis seperti gulali yang aku beli di taman hiburan, tapi ada masanya terasa pahit sama seperti aku yg tidak sengaja menyesap ampas kopi. Dan kamu telah menjadi keduanya di saat yang bersamaan. Sekali lagi, terimakasih. Untuk pernah hadir lalu pergi. Dan untuk sempat memulai lalu mengakhiri.

Untuk kamu, yang sempat hadir.

Aku tadi bilang bahwa aku merindukanmu, tapi setelah aku menulis ini semua aku tak lagi merasakannya. Aku sedang tersenyum, percayalah. Aku bahagia. Tak perlu aku yang merindukanmu lagi. Tugasku sudah cukup. Tugasku kini pergi lalu menghilang. Untuk tak saling mengenal akan lebih baik, mungkin? Hahaha aku hanya bercanda. Aku tidak kekanak kanakan lagi. Aku hanya berharap aku dan kamu baik baik saja. Kita bahagia bersama, di jalan yang berbeda.
Dan harapan terakhirku adalah suatu saat aku dapat bertemu kamu, dengan senyuman. Tak ada lagi kecanggungan. Lalu berbincang. Dan aku akan mengenalkan seseorang padamu. Dan sebaliknya.
Iya, seseorang yang aku kenalkan adalah orang yang membuat aku tersenyum setelah kamu membuat aku menangis. Dan kamu, mengenalkan seseorang yang kamu ajak tersenyum ketika aku sedang menangis.

told her story

Pagi itu matahari terik di kota lunpia
terbangun dari tidur, mengucap syukur kepada Illahi, diberi kenikmatan masih bernafas
ya, kali ini keadaan masih sama
namamu ada di layar handphoneku
ratusan hari dilewati, masih denganmu
rasa itu untukku masih sama untukmu
lantas bagaimana denganmu???

kau selalu becerita tentang kebaikannya padaku
memujinya, menyanjungnya bahkan kau tak pernah sekalipun menyanjungku
cukup bagiku, aku selalu membanggakanmu didepan keluarga, teman, atau lingkungan kerjaku
turut bahagia..
nah, lantas bagaimana denganmu?

umur kami menginjak masa untuk berumah tangga
ah, omong kosong..
kami belum siap untuk melaksanakannya
aku masih membahagiakan keluargaku
begitupun kamu..
keluargaku yang penuh kebahagiaan sekitar 6/7 tahun lalu
saat aku masih bersama Ayah.

Ayah, udh pergi
bukan berarti lintas kota atau negara
melainkan alam.
kebahagiaanku dulu begitu indah..
tapi ketika ayah pergi, itu semua menjadi terpuruk untuk diriku
tak terbiasa tanpa kasih sayangnya, kini benar-benar aku mencari sandaran untuk cerita

balik lagi kecerita tentangmu..
aku iri denganmu,,
ketika, kau bercerita tentang keluargamu
iriku karena kebahagiaan
apalagi setelah kudengar, aku bukan anak kandungnya..
hatiku hancur..
entah, bagaimana untuk mendeskripsikan..

kamu mempunyai saudara yang begitu amat mencintaimu
teman, sahabat, begitu dekat dan sayang padamu
lantas aku?
bukan aku tak bersyukur pada sang Pencipta
tetapi, perasaan inilah yang aku rasakan

kamu, boleh ku cerita tentang sosokmu?
kukatakan kamu sosok yang tampan
dikagumi oleh banyak orang
dari tutur katamu yang begitu menarik perhatian orang lain
caramu bersikap, caramu menyayangi teman lelaki dan teman wanitamu

pendampinganku belum cukup puas untukmu
kamu mencari wanita lain, untuk pendampinganmu
lantas, kamu ingin mencampakkan aku?
aku tak menyangka, sikapmu akan kasar padaku
secara tidak langsung, kamu menyingkirkanku secara perlahan
yap, dia wanita yang pertama kali kamu kenal
sebelum km mengenalku

Dia yang selalu kamu bangga-banggaku didepanku
aku hanya tersenyum pasi
tak ingin kukatakan "aku ingin juga kamu banggakan"
ah, untuk apa aku katakan?
aku tak ingin di puji dari ucapanku

ketika kamu melakukan salah, aku hanya diam
lalu menangis.. hanya itu..
tak ingin bilang kata "pisah"
karna jujur saja, itu bukan sikap dewasa

yang kamu katakan "aku terlalu mengaturmu"
"tuntutan tiada akhir"
maafkan aku, aku menyusahkanmu
terima kasih untuk ratusan hari
pendampinganku yang belum cukup memuaskanmu :')

Kamis, 11 Februari 2016

Masih merindu

Pagi ini terasa berbeda
Ucapan selamat pagi darimu
udah tidak ada di notifku
hei,.kamu.. aku rindu..
Bukan rindu seperti yang "kamu maksud"
Jujur, aku rindu..
Rindu berbagi cerita denganmu
Sedang apa kamu disana?
Aku ingin membahagiakanmu
Tapi semua caraku salah.
Hey,. Kamu pemilik rindu.. yang selalu aku rindukan.
Aku ingin merindukanmu
Sepertu dulu..
Apakah km disana merindukanku?

Bukan galau, tulisan aja

Kamu tau arti dr berjuang?
Iya.. ketika kamu ingin mendapatkan..
Maka kamu akan berjuang sekuat mungkin..
Entah itu mimpi atau cita-cita.

Beda halnya dengan rasa
Ketika dirasa ingin berjuang
Tapi disia-siakan..
Ups..rasa disini yang dimaksut..
Mungkin menyayangi seseorang..

Setelah bertahun2 bersama
Dia memutuskan utk berhenti..
Lantas selama ini kau anggap apa?
Siapakah dia? Yg mampu membuatmu seperti ini?
Apakah km.tdk memikirkan perasaanku.
Jgn biarkan aku merasa terbiasa tanpamu..
Tanpa kehadiranmu..

Terima kasih, karna pernah denganmu..
Aku pernah belajar berjuang.
Utkmu yg sdg dlm rantauan :")