Jumat, 24 November 2017

Menghitung

1.
2.
3.

Sabtu, 11 November 2017

As soon As Better

Malam kunjung datang,
Aku menikmati setiap alunannya
Namun kali ini, aku salah
Salah lagi dlm melangkah
Keadaan yg membuatku,
Tersingkirkan, teracuhkan.
Ini dugaanku? Atau memang kenyataannya?
Mereka tepat di depanku.
Tak ku sangka,
Mereka mulai menyindirku,
Sindiran yg teramat keras
Sindiran yg meruntuhkan amarahku.
Tapi kali ini aku menang,
Emosiku tak datang,
Aku harap bisa mengendalikan hingga seterusnya.
Aku kalah lagi,
Tuhan menitipkan aku pada 1 rasa.
Rasa untuk menjaga hati terhadap sesama.
Kekuatan untuk menjadikanku menjadi manusia lebih baik.
Aku mulai melupakan masa laluku
Aku ingin kembali menjadi manusia,
Manusia yg penuh dengan bahagia.

Ya Allah,
Semoga engkau merestuinya
Hanya Allah yg memberikan segala penetmntu dalam hati.
Allah maha Baik,
Semoga masa laluku, tak perlu diungkit kembali.
Ingin rasanya, mencaci kembali.
Tapi, lagi-lagi Allah mengingatku.
Ya Allah, terima kasih segala nikmatMu
Semoga Engkau selalu melindungi dalam langkahku, aamiin

Rabu, 01 November 2017

Nothing happened, Calm down1

are you ever imagine about this condition?
Work life with college can't you balance. Why not?
Yes,
all that condition,

Harta, Takhta dan Kematian

Lelaki paruh baya,
tengah asik menikmati masa hidupnya.
kesibukannya hingga lupa akan terjadinya hari esok
lalu lalang meninggalkan keluarganya
demi takhta, ia rela mengejarnya.
senyum simpulnya, tak diberikan untuk anak malang itu

Anak malang itu, kian hari makin merasa dijauhkan
entah apa sebabnya.
sebagian dari orang yang dikenalnya pun, beralih pada kepentingannya
sudah berapa lama disini?

Tiga pun berlalu,
tak ada yang dia jadikan sahabatnya
Ia merasakan betapa sedihnya, akan kehilangan orang-orang terdekatnya
Ia kini bagaikan butiran debu.
Tak dianggap adanya dirinya.

Kembali sejenak..
Ia berfikir, apakah dapat melanjutkan kebahagiaan untuk keluarganya?
Tuhan Maha Adil..
Ia yakin padaNya, atas apa yang terjadi nanti, besok, ataupun di tahun mendatang]
Ia kini hanya dapat berdoa, berusaha, dan bersyukur akan nikmat Tuhan

Lelaki paruh baya di sebrang
Tengah asyik menerima tamu
Tamu yang sangat terhormat
Lagi-lagi wanita malang itu, ingin sekali mendapatkan senyum simpulnya
Wanita malang itu, hanya diam, lagi-lagi tak didapat senyum Bapak Petinggi itu.

Entah apa yang dirasakannya,
tiga bulan Ia tetap melanjutkan kehidupannya.
Entah bagaimana lagi,
Ia ingin tetap melanjutkan mimpinya
Semoga Allah senantiasa mendengarkan Doa dari Anak Malang ini.

Bapak,
Semoga engkai selalu dalam lindunganNya
dan tak lupa, masih ada saudara yang berada di bawahmu
Ingatlah mereka, berbagilah dengan mereka.
Semoga engkau tak luput dan berangsur
dengan semata harta, takta.
Karna, senantiasa Allah akan mengambil semua apa yang sudah dimiliki