Jumat, 25 Oktober 2013

kusapamu "cumi"

i'm missing the name..
Hey...you..
Where did you go?
I really missing you..


Awal cerita dulu, aku sering menemami dalam langkah kita yang beriringan.
Lambat laun, kini kau pergi, sibuk dengan urusanmu..
Entah aku yang salah, atau hanya ingin menghindar dariku?
Aku merindukanmu..
ingat dengan sebutan "Cumi dan Pururu"?
Itu nama untukku dan sebuah boneka besar yang biasa kau peluk bila bertemunya..

Aku merindukanmu..
Rindu akan kita bersama, berbagi dalam tiap waktu, mencaci maki tanpa ada rasa kekhawatiran jika diantara kta ada yang tersinggung, bahkan kita tak memerduilkannya..
Aku ingat dan menyimpan kenangan, saat kita masih sempat bersenda gurau diantara tetumpukan tugas
Bahkan kita terkadang sempat membaginya untuk mengisi kejenuhan yang ada

Kita berbeda sob, aku tau itu..
Tapi masih adakah dihatimu, namaku yang kau ingat?
Aku telah mencoba terlebih dahulu untuk menegurmu..
tapi apa, haruskah ku terus yang memulai?

Jujur saja, kau beberapa hari yang lalu..
Muka yang ada bagaikan tak ingin melihatku..
Salahku apa? aku pun tak tahu..
Aku ingin mendekatimu, tapi aku ragu..
Ragu akan kediamanmu yang membuatku akan pergi semu

Aku ingin melukiskan kisah persahabatan kembali
Meski hanya sebuah tawa kecil diantara percakapan kaku ini..
Masihkah ku dianggapmu sebagai sahabat yg pernah Kau anggap???

Jujur aku merindukanmu.,.Sahabat..
malam..

By, Penulis Abstrak : Meiza Hayyu Putri
Mahasiswi Biologi Universitas Diponegoro, Semarang

Rabu, 16 Oktober 2013

makalah ethnobotani



        Ethnobotani
        MAKALAH

  
Dosen pengampu :                  Dra. Murningsih, M.Si.
Di susun oleh:     
Meiza Hayyu Putri                   NIM  24020111140071

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS DIPONEGORO
   2013




Pisang (Musa Paradiceae)

Bab I
Pendahuluan
1.1  latar belakang
Pisang adalah tanaman buah , sumber vitamin, mineral dan karbohidrat. Di Indonesia pisang yang ditanam baik dalam skala rumah tangga ataupun kebun pemeliharaannya kurang intensif.
Peluang pengembangan agribisnis komoditas pisang masih terbuka luas. Untuk keberhasilan usahatani pisang, selain penerapan teknologi, penggunaan varietas unggul dan perbaikan varietas harus dilaksanakan. Varietas unggul yang dimaksud adalah varietas yang toleran atau tahan terhadap hama dan penyakit penting pisang, mampu berproduksi tinggi, serta mempunyai kualitas buah yang bagus dan disukai masyarakat luas.
Pusat keragaman utama pisang terletak di daerah Malesia (Asia Tenggara, Papua dan Australia tropika). Pusat keragaman minor juga terdapat di Afrika tropis. Tumbuhan ini menyukai iklim tropis panas dan lembab, terutama di dataran rendah. Di daerah dengan hujan merata sepanjang tahun, produksi pisang dapat berlangsung tanpa mengenal musim. Indonesia, Kepulauan Pasifik, negara-negara Amerika Tengah, dan Brasil dikenal sebagai negara utama pengekspor pisang.

1.2  Tujuan
1.      Perkembangbiakan pisang dilakukan secara vegetative
2.      Hormon BA (auksin) dapat mempercepat pertumbuhan
3.      Keadaan lembab sangat disukai jamur oleh karena itu ditambahkan fungisida
4.      Pisang dapat dijadikan apa saja baik itu untuk kerajinan, sandang dan pangan

1.3  Manfaat
Lebih mengetahui dan mendorong khasiat, sumber vitamin yang baik bagi tubuh, masyrakat ataupun kehidupan di Alam.

1.4  Rumusan masalah
1.      Apasajakah klasifikasi dari pisang?
2.      Apa sajaah manfaat dari Pisang?
3.      Bagaimana proses tumbuhnya atau budidaya buah pisang?
4.      Apasajakah sejarah dari tanaman pisang?











Bab II
Pembahasan
2.1. Klasifikasi Pisang
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Zingiberales
Famili: Musaceae (suku pisang-pisangan)
Genus: Musa
Spesies: Musa paradisiaca

2.2. Sejarah Buah pisang
Manusia pada zaman itu sangkat picky dalam memilih makanan dan mereka tidak menyukai biji. Jadi, mereka membuat tumbuhan hibrid dan pada akhirnya mereka berhasil membuat tumbuhan buah tanpa biji. Walaupun masih terdapat biji-biji kecil di dalam buah pisang, namun mereka tidak peduli dan mereka sangat menyukai buah tersebut.
Manusia telah mengonsumsi pisang sejak zaman dahulu kala. Kata pisang itu sendiri berasal dari bahasa Arab, yaitu maus yang oleh Linneus dimasukkan ke dalam keluarga Musaceae, untuk memberikan penghargaan kepada Antonius Musa, yaitu seorang dokter pribadi kaisar Romawi (Octaviani Agustinus) yang menganjurkan untuk memakan pisang. Itulah sebabnya dalam bahasa latin, pisang disebut sebagai Musa paradisiaca .
Menurut sejarah, pisang berasal dari Asia Tenggara yang oleh para penyebar agama Islam disebarkan ke Afrika Barat, Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Selanjutnya pisang menyebar ke seluruh dunia, meliputi daerah tropis dan subtropis. Negara-negara penghasil pisang yang terkenal di antaranya adalah: Brasilia, Filipina, Panama, Honduras, India, Equador, Thailand, Karibia, Columbia, Mexico, Venezuela, dan Hawai. Indonesia merupakan negara penghasil pisang nomor empat di dunia.

2.3. Morfologi Buah Pisang
Pisang merupakan tumbuhan terna raksasa, batang merupakan batang semu, permukaan batang terihat bekas pelepah daun. tumbuhan ini tidak bercabang, batangnya basah dan tidak mengandung lignin. pelepah daun pada tumbuhan ini menyelubungi batang.
Daun pisang memiliki bentuk daun yang memanjang, yaitu bentuk memanjang namun juga agak lebar dibanding dengan bentuk lanset yaitu dengan perbandingan panjang dan lebarnya adalah 21/2-3 : 1. 
Pohon pisang untuk ujung daunnya biasanya berbentuk rompang. Daging daunnya tipis seperti kertas dengan pertulangan daun menyirip serta permukaan atas dan bawah daun yang licin berlapis lilin. daun pada tumbuhan ini merupakan daun lengkap, karena memiliki pelepah daun, tangkai daun, dan helaian daun. Tangkai daun bila dipotong melintang bentuknya seperti bulan sabit.

2.4. Budidaya tanaman Pisang
2.4.1.      Syarat Tumbuh
Tanaman pisang dapat tumbuh di daerah tropis, baik dataran rendah maupun   dataran tinggi dengan ketinggian tidak lebih dari 1.600 m di atas permukaan laut (dpl). Suhu optimum untuk pertumbuhan adalah 27°C, dan suhu maksimumnya 38°C, dengan keasaman tanah (pH) 4,5-7,5. Curah hujan yang optimum untuk pertumbuhan tanaman pisang berkisar antara 2000-2500 mm/tahun atau paling baik 100 mm/bulan. Apabila suatu daerah mempunyai bulan kering berturut-turut melebihi 3 bulan, maka tanaman pisang memerlukan tambahan pengairan agar dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik.

Iklim Yang cocok untuk tanaman pisang, yaitu:
1.      Iklim tropis basah, lembab dan panas mendukung pertumbuhan pisang. Namun demikian pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropis..
2.      Media Tanam
a. Sebaiknya pisang ditanam di tanah berhumus dengan pemupukan.
b. Air harus selalu tersedia tetapi tidak menggenang.
c. Pisang tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0,07%.
3.      Ketinggian Tempat
Dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.000 m dpl. Pisang ambon, nangka dan tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1.000 mdpl.

2.4.2.      Perbanyakan dari bonggol induk
Tanaman yang sudah panen dibuang dan disisakan bonggolnya. Kemudian bonggol dipotong 4 secara simetris.setelah itu direndam di dalam fungisida selama 15 menit. Setelah dibiarkan kering secara alami agar fungisida meresap. Fungisida penting karena keadaan dalam media sangat lembab sehingga sangat rawan terhadap serangan jamur. Lalu bibit dipindahkan kedalam media tanam yang disiapkan dalam polybag.

2.4.3.      Perbanyakan dari bonggol anakan
Diseleksi bonggol anakan yang berdiameter 10-15cm . memiliki tinggi kurang lebih 100cm. Kemudian bonggol dipotong 4 secara simetris.setelah itu direndam di dalam fungisida selama 15 menit. Setelah dibiarkan kering secara alami agar fungisida meresap. Fungisida penting karena keadaan dalam media sangat lembab sehingga sangat rawan terhadap serangan jamur. Lalu bibit dipindahkan kedalam media tanam yang disiapkan dalam polybag.

2.5. Pemanfataan Pisang
Pisang adalah buah yang sangat bergizi yang merupakan sumber vitamin, mineral dan juga karbohidrat. Pisang dijadikan buah meja, sale pisang, pure pisang dan tepung pisang. Kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka. Daun pisang dipakai sebagi pembungkus berbagai macam makanan trandisional Indonesia.
Batang pisang diolah menjadi serat untuk pakaian, kertas dsb. Batang pisang yang telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba, kambing) pada saat musim kemarau dimana rumput tidak/kurang tersedia.
Secara tradisional, air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar racun.
Buah merupakan hasil utama pisang, yang dapat dimakan langsung atau dimasak terlebih dahulu sebelum dimakan. Seringkali pisang juga diproses untuk tepung, keripik, bir, cuka. Bunga jantan beberapa kultivar sering digunakan sebagai sayuran. Daunnya sering dipakai sebagai pembungkus makanan. Serat yang diperoleh dari pelepah daun digunakan untuk membuat baju, sandal, tas. Bagian tanaman seperti daun dan buahnya seringkali dipakai dalam upacara tradisional misalnya dalam perkawinan, membuat bangunan baru. Daunnya yang muda dan masih menggulung dipergunakan untuk obat dalam mengobati sakit dada. Cairan yang dihasilkan dari potongan batangnya digunakan untuk mengobati infeksi saluran kencing, disentri dan diare, selain itu juga digunakan untuk mengobati kebotakan karena gugurnya rambut. Bila dalam bentuk bubuk, digunakan juga untuk mengobati anemia dan kekurangan gizi. Buahnya yang belum masak digunakan untuk makanan orang yang menderita haemoptisi dan diabetes. Tepung yand dibuat dari pisang digunakan untuk mengobati dispepsia.

2.6. Fenomena pisang

Pohon Pisang dan Folklor Mistis di Asean

Pohon pisang. Sekilas jika kita memperhatikan, sejujurnya, tidak ada yang istimewa dari bentuknya. Hanya sebuah pohon berdaun lebar dengan tinggi batang tak lebih dari 3 meter. Di situ warna hijau muda mendominasi. Sekilas juga daun lebar itu bisa nampak seperti kincir angin. Pohon pisang akan menjadi istimewa kala orang-orang mencarinya untuk kemudian dimanfaatkan. Dari buah hingga bonggol semua bermanfaat. Buahnya bisa dimakan, baik dalam keadaan langsung dipetik alias tidak diolah atau diolah, daunnya bisa dijadikan alas makanan atau pelindung kepala seperti payung, bonggolnya bisa dijadikan obat. Begitu juga batangnya.
Selain untuk kegunaan yang bersifat medis dan materiil, pohon pisang juga mempunyai keistimewaan dalam folklor, terutama folklor di Asia Tenggara atau Asean. Kita ketahui sebagian besar wilayah Asean yang tropis memungkinkan bisa tumbuh subur pohon yang diperkirakan berasal dari Afrika ini. Masyarakat Asean pun tak lepas tiap kehidupannya dengan pohon pisang. Karena itu, wajar jika folklor yang ada di masyarakatya pun mempunyai kemiripan.
Folklor di dalam masyarakat Asean yang berhubungan dengan pohon pisang lebih bersifat pada sesuatu yang mistis dan gaib. Mengapa? Mari kita lihat satu per satu. Di negara-negara melayu (Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) berkembang sebuah folklor mistis tentang pohon pisang yang dihuni setan perempuan berambut panjang, Pontianak atau Kuntilanak. Konon, hantu ini menempati pohon ini sepanjang siang sebelum malamnya berkelana untuk menganggu orang dengan suara khasnya. Dalam sebuah dongeng terkenal, dikisahkan, Syarif Abdurrahman Al-Kadrie, seorang sultan dari Kalimantan hendak membangun sebuah kesultanan baru di sebuah tempat yang strategis. Ketika hendak mencapai tempat yang dituju itu, ia dan rombongannya diganggu oleh pontianak. Sang sultan lalu memerintahkan menyerang hantu tersebut dengan meriam. Bola-bola meriam yang dipakai untuk menembak hantu perempuan itu, titik pendaratannnya dijadikan tempat sang sultan mendirikan kesultanannya kemudian, dan menggunakan nama pontianak sebagai nama kesultanannya.









Bab III
Kesimpulan
Berdasarkan kesimpulan dari makalah ini didapatkan tujuannya yaitu bagaimanakah Perkembangbiakan pisang yang dilakukan secara vegetative,  Hormon BA (auksin) dapat mempercepat pertumbuhan dan Keadaan lembab sangat disukai jamur oleh karena itu ditambahkan fungisida. Manfaat buah pisang yaitu Secara tradisional, air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar racun.















Bab IV
Daftar Pustaka

Anonim, A. 2012. Teknis Budidaya: Tanaman Pisang. http://teknis-budidaya.blogspot.com/2007/10/budidaya-pisang.html . diakses 12 Juni 2012.

Hartoyo , Dwi .S.P.. 2012. Tanaman Pisang dan Teknik Budidaya Pisang. http://www.htysite.com/budidaya%20pisang.htm. Diakses 10 Juni 2012.


Minggu, 13 Oktober 2013

kisahku pada puisi

night..goodnight..

Luka sembuhkan luka..
AdaTeman berarti, tapi aku terluka..
Malam ini  laksana rembulan berada pada  barisan cahaya terang
Aku menaiki sebuah tangga yang layaknya sudah usang
Terus ku naiki hingga aku terdampar dilantai yang penuh debu
Aku mengais beberapa lembaran kertas dan foto kenangan dilantai itu

Indahnya kini karna kebahagiaan yang kumiliki
Tuhan menyiapkan segala cara kehidupan untuk setiap umatnya
Tinggal kitanya sendiri, mampukah bersyukur untuk dinikmati?
Perjalanan kehidupan terus berlanjut sampai aku kini dewasa
Banyak sekali liku-liku, kesenangan, kesedihan yang ku punyai
Hingga keluarga pun terasa utuh bila bersama

Aku rindu semua akan kisahku
Tiga tahun silam terlewati, Ayah tlah pergi kini
Kebahagiaan itu menjadi kesedihan dalam hidupku
Tiada lagi seorang yang memberikan arti kehidupan yang begitu berarti
Ayah, Aku rindu..

Tak terasa, dunia pertemanan ku hiasi dengan banyak kenalan
Baik itu orang yang gagap, tuli, buta warna, sampe yang sangat ga peka
Tiap hari aku aku belajar, bermain, hingga memliki pengalaman
Aku mencoba menjadi sosok dewasa yang berani dan tak putus asa

Tuhan,terimakasih atas umur yang kau berikan padaku
Tak lupa aku bersyukur akan karunianya..
Aku berfikir kembali, apakah aku sudah bermafaat untuk orang lain?
Jawabku, belum..

Ketegasan dalam hati memberikan sebagai cermin diri
Sudahkah aku memanjatkan segala keinginan hati?
Tersadar dalam lamunan, belum jawabku, diam..
Entah sampai kapan aku akan terus bergumam?

 By, Penulis Abstrak Meiza Hayyu Putri. Mahawsiswi Biologi Undip 2011



Mikro Tanah



MIKRO TANAH
MAKALAH


index.jpg

DI SUSUN OLEH:
1.     Puspasari Noerwan T                          NIM 24020111140062
2.     Meiza Hayyu Putri                              NIM 24020111140071
3.     Amalia Aininnur                                 NIM 24020111140068
4.     Fitria                                                    NIM 24020111130055
5.     Wiatri Larasati                                    NIM 24020111130051
6.     Andy Wicaksono                                NIM 24020111140085

JURUSAN BIOLOGI
     FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA
    UNIVERSITAS DIPONEGORO
   2013



BAB I
PENDAHULUAN
       I.            Latar belakang
Semua yang ada di bumi baik makluk hidup maupun benda mati tersusun oleh materi. Materi ini tersusun oleh antara lain: karbon (C), Oksigen (O), Nitrogen (N), Hidrogen (H), Belerang atau sulfur (S) dan Fosfor (P). Biogeokimia merupakan pertukaran atau perubahan yang terus menerus, antara komponen biosfer yang hidup dengan tak hidup. Keadaan suatu ekosistem, materi pada setiap tinkatan trofik tak hilang. Materi berupa unsur-unsur penyusun bahan organik di daur ulang.
Semua makhluk hidup memerlukan berbagai materi organik dan anorganik. Karbon dioksida dan air diperlukan untuk proses fotosintesis. Nitrogen merupakan komponen penyusun protein dan asam nukleat yang ada di dalam jaringan hidup. Fosfor merupakan unsur penting dalam pembentukan ATP (energi) dan nukleotida. Semua materi yang menyusun tubuh makhluk hidup pada saatnya akan kembali ke alam (atmosfer, air dan tanah), yaitu ketika mahkluk hidup tersebut mati. Di alam, tubuh makhluk hidup yang telah mati akan diuraikan oleh dekomposer sehingga terbentuk senyawa sederhana. Selanjutnya, senyawa tersebut akan dimanfaatkan kembali oleh makhluk hidup autrotof. Artinya, semua materi akan mengalir membentuk suatu daur yang melibatkan komponen biotik dan abiotik yang disebut daur biogeokimia.
       I.            Tujuan
Untuk mengetahui pemanfaatan dan pemanfaatan bakteri terhadap daur biogeokimia.

    II.            Manfaat
Agar dapat memahami peranan mikroba dan menjelaskan terjadinya siklus karbon, fosfor, sulfur, dan nitrogen pada kehidupan di muka bumi ini.

 III.            Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah peranan mikroba terhadap siklus karbon, sulfur, fosfor dan nitrogen ?
2.      Bagaimana siklus dari berbagai daur C,N,F,dan S.
BAB II
PEMBAHASAN
Daur ulang materi melibatkan mahluk hidup dan batuan (geofisik) sehingga disebut daur biogeokimia. Fungsi daur biogeokimia adalah sebagai silkus materi yang melibatkan semua unsur kimia yang sudah terpakai oleh semua yang ada di bumi baik komponen biotik maupun abiotik, sehingga kelangsungan hidup di bumi tetap terjaga.
A.    Daur Nitrogen
Tumbuhan dan hewan membutuhkan nitrogen untuk membentuk asam amino untuk membentuk protein. Selain itu, nitrogen diperlukan dalam pembentukan senyawa nitrogen, seperti asam nukleat (ADN dan ARN). Nitrogen harus diubah menjadi bahan nitrogen lain sehingga dapat digunakan. Nitrogen diikat oleh bakteri yang ada di dalam tanah (biasanya dalam bentuk amonia). Selanjutnya oleh bakteri nitrifikasi diubah menjadi nitrit (NO2-), kemudian menjadi nitrat (NO3-), yang mana dapat diserap dari tanah oleh tumbuhan (disebut proses nitrifikasi. Bakteri mengubah banyak nitrogen menjadi asam amino yang dilepaskan ke jaringan tumbuhan. Nitrogen berfungsi sebagai pembentuk asam amino merupakan persenyawaan pembentuk molekul protein, sebagai pembentuk tubuh. Daur Nitrogen di alam sebagai berikut:
·         Atmosfer mengandung sekitar 70% Nitrogen dalam bentuk unsur, tapi yang diperlukan dalam bentuk senyawa, yaitu ketika petir keluar menyebabkan nitrogen bersenyawa jadi nitrat. Tumbuhan menyerap nitrat dari tanah utuk dijadikan protein lalu tumbuhan. Urin, bangkai hewan, dan tumbuhan mati akan diuraikan oleh pengurai jadi ammonium dan ammonia. Bakteri Nitrosomonas mengubah jadi nitritlalu diubah lagi oleh bakteri Nitrobacter menjadi nitrat. Kemudian nitrat diserap oleh tumbuhan.
·         Selain melalui petir juga melalui bakteri Rizobium yang bersimbiosis pada tumbuhan polong membentuk bintik akar. Sedikit tambahan proses pengubahan nitrit jadi nitrat disebut nitrifikasi, dan proses pengubahan nitrit atau nitrat jadi nitrogen bebas disebut denitrifikasi. 
Contoh beberapa mikroorganisme yang terlibat dalam daur nitrogen ialah :
1.      Nitrosomanas mengubah amonium menjadi nitrit.
2.      Nitrobacter mengubah nitrit menjadi nitrat.
3.      Rhizobium menambat nitrogen dari udara.
4.      Bakteri hidup bebas pengikat nitrogen seperti Azotobakter (aerobik) dan Clostridium (anaerobik).
5.      Alga biru hijau pengikat nitrogen seperti anggota dari ordo Nostocales.
6.      Bakteri ungu pengikat nitrogen seperti Rhodospirillum

B.     Daur Fosfor
Fosfor merupakan bahan makanan utama yang digunakan oleh semua organisme untuk pertumbuhan dan sumber energi. Fosfor – energetika, genetika, dan struktur sistem hayati ,Contoh – ATP, RNA, DNA, dan molekul fosfolipid.Fosfor tdk melimpah di biosfer. Siklus fosfor tdk melibatkan pool atmosfer. Jumlah terbesar fosfor terdapat di deposit mineral dan sedimen laut.
Tanah mengandung sejumlah fosfor. Namun byk fosfor di tanah tidak dalam bentuk yabg bisa secara langsug dimanfaatkan oleh tumbuhan. Fosfor dilepas secara perlahan ke ekosistem terestrial dan akuatik melalui pelapukan bebatuan.
Daur fosfor diperlukan pengurai untuk menguraikan hewan dan tumbuhan yang mati menjadi fosfat anorganik. Fosfat banyak terdapat di batu karang dan fosil. Fosfat dari batu dan fosil terkikis dan membentuk fosfat anorganik terlarut di air tanah dan laut. Fosfat anorganik ini kemudian akan diserap oleh akar tumbuhan lagi. Siklus ini berulang terus menerus.
C.    Daur Sulfur
Belerang atau sulfur merupakan unsur penyusun protein. Tumbuhan mendapat sulfur dari dalam tanah dalam bentuk sulfat (SO4 ). Siklus sulfur didahului oleh pembentukan sulfur dari kerak bumi dan atmosfer. Secara alami, sulfur terkandung di dalam tanah dalam bentuk mineral tanah. Sulfida-sulfida logam terdapat dalam bebatuan plutonik, yaitu batuan yang membeku di dalam kerak bumi dan tidak mencapai ke permukaan bumi. Daur belerang dalam mikroorganisme yang bertanggung jawab di setiap trasformasi adalah sebagai berikut :

1.H2S → S → SO4; bakteri sulfur tak berwarna, hijau dan ungu.
2.SO4 → H2S (reduksi sulfat anaerobik), bakteri desulfovibrio.
3.H2S → SO4 (Pengokaidasi sulfide aerobik); bakteri thiobacilli.
4. S organik → SO4 + H2S, mikroorganisme heterotrofik  aerobik dan anaerobik.

Selain itu ada beberapa jenis bakteri terlibat dalam daur sulfur, antara lain Desulfomaculum dan Desulfibro yang akan mereduksi sulfat menjadi sulfida dalam bentuk hidrogen sulfida (H2S). Kemudian H2S digunakan bakteri fotoautotrof aerob seperti Chromatium dan melepaskan sulfur dan oksigen. Sulfur dioksida menjadi sulfat oleh bakteri kemolitotrof seperti Thiobacillus.

D.    Daur Karbon
Karbon merupakan bahan dasar dari semua bahan organik. Aliran karbon berjalan beriringan secara paralel dengan aliran energi. Sumber pokok karbondioksida (CO2) ada di atmosfer.  Selain itu, komponen karbon juga tersedia dalam bahan bakar fosil (batu bara, gas alam, dan minyak). Hewan makan tumbuhan dapat karbon lalu setelah berjalannya waktu tubuh hewan dan tumbuhan mati dan diuraikan menjadi karbon dioksida, air, dan mineral. Karbon tadi dilepaskan ke udara dan seterusnya.
Karbon dioksida di atmosfer merupakan sumber karbon bagi tumbuhan, terutama ketika melakukan fotosintesis. Karbon tersebut dapat berpindah ke hewan ketika mereka memakan tumbuhan. Selanjutnya, tubuh hewan dan tumbuhan yang sudah mati akan diuraikan oleh mahkluk hidup pengurai menjadi karbondioksida, air, dan mineral. Karbondioksida akan kembali ke atmosfer dari penguraian juga melalui sistem respirasi.


BAB III
KESIMPULAN

Siklus sulfur atau daur belerang adalah perubahan sulfur dari hidrogen sulfida menjadi sulfur dioksida lalu menjadi sulfat dan kembali menjadi hidrogen sulfida lagi. Fosfor merupakan bahan makanan utama yang digunakan oleh semua organisme untuk pertumbuhan dan sumber energi. Nitrogen merupakan elemen yang sangat esensial, menyusun bermacam-macam persenyawaan penting, baik organik maupun anorganik. Nitrogen menempati porsi 1 – 2 % dari berat kering tanaman. Karbon merupakan penting bagi suatu proses fotosintesis.














BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
Bender, M.; T Sowers and L. Labethie 1994. The Dole Effect And Its Variations During The Last 130,000 Years As Measured In The VOSTOK Ice Core. Global Biogeochemical Cycles, 8:363-376.
Bickle, M.J. 1994. The Role Of Metamorphic Decarbonation Reactions In Returning Strontium To The Silicate Sediment Mass. Nature, 367: 699-704.
Champbell, Reece – Mitchell. 1999. Biologi Edisi Kelima (Terjemahan). Penerbit Erlangga.
Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan kebudayaan.
Gattuso, J.P.; M. Frankignoulle and R. Wollast 1998. Carbon And Carbonate Metabolism In Coastal Aquatic Ecosystems. Annual Review of Ecology andSystematics, 29:405-434.