Rabu, 16 Oktober 2013

makalah ethnobotani



        Ethnobotani
        MAKALAH

  
Dosen pengampu :                  Dra. Murningsih, M.Si.
Di susun oleh:     
Meiza Hayyu Putri                   NIM  24020111140071

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS DIPONEGORO
   2013




Pisang (Musa Paradiceae)

Bab I
Pendahuluan
1.1  latar belakang
Pisang adalah tanaman buah , sumber vitamin, mineral dan karbohidrat. Di Indonesia pisang yang ditanam baik dalam skala rumah tangga ataupun kebun pemeliharaannya kurang intensif.
Peluang pengembangan agribisnis komoditas pisang masih terbuka luas. Untuk keberhasilan usahatani pisang, selain penerapan teknologi, penggunaan varietas unggul dan perbaikan varietas harus dilaksanakan. Varietas unggul yang dimaksud adalah varietas yang toleran atau tahan terhadap hama dan penyakit penting pisang, mampu berproduksi tinggi, serta mempunyai kualitas buah yang bagus dan disukai masyarakat luas.
Pusat keragaman utama pisang terletak di daerah Malesia (Asia Tenggara, Papua dan Australia tropika). Pusat keragaman minor juga terdapat di Afrika tropis. Tumbuhan ini menyukai iklim tropis panas dan lembab, terutama di dataran rendah. Di daerah dengan hujan merata sepanjang tahun, produksi pisang dapat berlangsung tanpa mengenal musim. Indonesia, Kepulauan Pasifik, negara-negara Amerika Tengah, dan Brasil dikenal sebagai negara utama pengekspor pisang.

1.2  Tujuan
1.      Perkembangbiakan pisang dilakukan secara vegetative
2.      Hormon BA (auksin) dapat mempercepat pertumbuhan
3.      Keadaan lembab sangat disukai jamur oleh karena itu ditambahkan fungisida
4.      Pisang dapat dijadikan apa saja baik itu untuk kerajinan, sandang dan pangan

1.3  Manfaat
Lebih mengetahui dan mendorong khasiat, sumber vitamin yang baik bagi tubuh, masyrakat ataupun kehidupan di Alam.

1.4  Rumusan masalah
1.      Apasajakah klasifikasi dari pisang?
2.      Apa sajaah manfaat dari Pisang?
3.      Bagaimana proses tumbuhnya atau budidaya buah pisang?
4.      Apasajakah sejarah dari tanaman pisang?











Bab II
Pembahasan
2.1. Klasifikasi Pisang
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Zingiberales
Famili: Musaceae (suku pisang-pisangan)
Genus: Musa
Spesies: Musa paradisiaca

2.2. Sejarah Buah pisang
Manusia pada zaman itu sangkat picky dalam memilih makanan dan mereka tidak menyukai biji. Jadi, mereka membuat tumbuhan hibrid dan pada akhirnya mereka berhasil membuat tumbuhan buah tanpa biji. Walaupun masih terdapat biji-biji kecil di dalam buah pisang, namun mereka tidak peduli dan mereka sangat menyukai buah tersebut.
Manusia telah mengonsumsi pisang sejak zaman dahulu kala. Kata pisang itu sendiri berasal dari bahasa Arab, yaitu maus yang oleh Linneus dimasukkan ke dalam keluarga Musaceae, untuk memberikan penghargaan kepada Antonius Musa, yaitu seorang dokter pribadi kaisar Romawi (Octaviani Agustinus) yang menganjurkan untuk memakan pisang. Itulah sebabnya dalam bahasa latin, pisang disebut sebagai Musa paradisiaca .
Menurut sejarah, pisang berasal dari Asia Tenggara yang oleh para penyebar agama Islam disebarkan ke Afrika Barat, Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Selanjutnya pisang menyebar ke seluruh dunia, meliputi daerah tropis dan subtropis. Negara-negara penghasil pisang yang terkenal di antaranya adalah: Brasilia, Filipina, Panama, Honduras, India, Equador, Thailand, Karibia, Columbia, Mexico, Venezuela, dan Hawai. Indonesia merupakan negara penghasil pisang nomor empat di dunia.

2.3. Morfologi Buah Pisang
Pisang merupakan tumbuhan terna raksasa, batang merupakan batang semu, permukaan batang terihat bekas pelepah daun. tumbuhan ini tidak bercabang, batangnya basah dan tidak mengandung lignin. pelepah daun pada tumbuhan ini menyelubungi batang.
Daun pisang memiliki bentuk daun yang memanjang, yaitu bentuk memanjang namun juga agak lebar dibanding dengan bentuk lanset yaitu dengan perbandingan panjang dan lebarnya adalah 21/2-3 : 1. 
Pohon pisang untuk ujung daunnya biasanya berbentuk rompang. Daging daunnya tipis seperti kertas dengan pertulangan daun menyirip serta permukaan atas dan bawah daun yang licin berlapis lilin. daun pada tumbuhan ini merupakan daun lengkap, karena memiliki pelepah daun, tangkai daun, dan helaian daun. Tangkai daun bila dipotong melintang bentuknya seperti bulan sabit.

2.4. Budidaya tanaman Pisang
2.4.1.      Syarat Tumbuh
Tanaman pisang dapat tumbuh di daerah tropis, baik dataran rendah maupun   dataran tinggi dengan ketinggian tidak lebih dari 1.600 m di atas permukaan laut (dpl). Suhu optimum untuk pertumbuhan adalah 27°C, dan suhu maksimumnya 38°C, dengan keasaman tanah (pH) 4,5-7,5. Curah hujan yang optimum untuk pertumbuhan tanaman pisang berkisar antara 2000-2500 mm/tahun atau paling baik 100 mm/bulan. Apabila suatu daerah mempunyai bulan kering berturut-turut melebihi 3 bulan, maka tanaman pisang memerlukan tambahan pengairan agar dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik.

Iklim Yang cocok untuk tanaman pisang, yaitu:
1.      Iklim tropis basah, lembab dan panas mendukung pertumbuhan pisang. Namun demikian pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropis..
2.      Media Tanam
a. Sebaiknya pisang ditanam di tanah berhumus dengan pemupukan.
b. Air harus selalu tersedia tetapi tidak menggenang.
c. Pisang tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0,07%.
3.      Ketinggian Tempat
Dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.000 m dpl. Pisang ambon, nangka dan tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1.000 mdpl.

2.4.2.      Perbanyakan dari bonggol induk
Tanaman yang sudah panen dibuang dan disisakan bonggolnya. Kemudian bonggol dipotong 4 secara simetris.setelah itu direndam di dalam fungisida selama 15 menit. Setelah dibiarkan kering secara alami agar fungisida meresap. Fungisida penting karena keadaan dalam media sangat lembab sehingga sangat rawan terhadap serangan jamur. Lalu bibit dipindahkan kedalam media tanam yang disiapkan dalam polybag.

2.4.3.      Perbanyakan dari bonggol anakan
Diseleksi bonggol anakan yang berdiameter 10-15cm . memiliki tinggi kurang lebih 100cm. Kemudian bonggol dipotong 4 secara simetris.setelah itu direndam di dalam fungisida selama 15 menit. Setelah dibiarkan kering secara alami agar fungisida meresap. Fungisida penting karena keadaan dalam media sangat lembab sehingga sangat rawan terhadap serangan jamur. Lalu bibit dipindahkan kedalam media tanam yang disiapkan dalam polybag.

2.5. Pemanfataan Pisang
Pisang adalah buah yang sangat bergizi yang merupakan sumber vitamin, mineral dan juga karbohidrat. Pisang dijadikan buah meja, sale pisang, pure pisang dan tepung pisang. Kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka. Daun pisang dipakai sebagi pembungkus berbagai macam makanan trandisional Indonesia.
Batang pisang diolah menjadi serat untuk pakaian, kertas dsb. Batang pisang yang telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba, kambing) pada saat musim kemarau dimana rumput tidak/kurang tersedia.
Secara tradisional, air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar racun.
Buah merupakan hasil utama pisang, yang dapat dimakan langsung atau dimasak terlebih dahulu sebelum dimakan. Seringkali pisang juga diproses untuk tepung, keripik, bir, cuka. Bunga jantan beberapa kultivar sering digunakan sebagai sayuran. Daunnya sering dipakai sebagai pembungkus makanan. Serat yang diperoleh dari pelepah daun digunakan untuk membuat baju, sandal, tas. Bagian tanaman seperti daun dan buahnya seringkali dipakai dalam upacara tradisional misalnya dalam perkawinan, membuat bangunan baru. Daunnya yang muda dan masih menggulung dipergunakan untuk obat dalam mengobati sakit dada. Cairan yang dihasilkan dari potongan batangnya digunakan untuk mengobati infeksi saluran kencing, disentri dan diare, selain itu juga digunakan untuk mengobati kebotakan karena gugurnya rambut. Bila dalam bentuk bubuk, digunakan juga untuk mengobati anemia dan kekurangan gizi. Buahnya yang belum masak digunakan untuk makanan orang yang menderita haemoptisi dan diabetes. Tepung yand dibuat dari pisang digunakan untuk mengobati dispepsia.

2.6. Fenomena pisang

Pohon Pisang dan Folklor Mistis di Asean

Pohon pisang. Sekilas jika kita memperhatikan, sejujurnya, tidak ada yang istimewa dari bentuknya. Hanya sebuah pohon berdaun lebar dengan tinggi batang tak lebih dari 3 meter. Di situ warna hijau muda mendominasi. Sekilas juga daun lebar itu bisa nampak seperti kincir angin. Pohon pisang akan menjadi istimewa kala orang-orang mencarinya untuk kemudian dimanfaatkan. Dari buah hingga bonggol semua bermanfaat. Buahnya bisa dimakan, baik dalam keadaan langsung dipetik alias tidak diolah atau diolah, daunnya bisa dijadikan alas makanan atau pelindung kepala seperti payung, bonggolnya bisa dijadikan obat. Begitu juga batangnya.
Selain untuk kegunaan yang bersifat medis dan materiil, pohon pisang juga mempunyai keistimewaan dalam folklor, terutama folklor di Asia Tenggara atau Asean. Kita ketahui sebagian besar wilayah Asean yang tropis memungkinkan bisa tumbuh subur pohon yang diperkirakan berasal dari Afrika ini. Masyarakat Asean pun tak lepas tiap kehidupannya dengan pohon pisang. Karena itu, wajar jika folklor yang ada di masyarakatya pun mempunyai kemiripan.
Folklor di dalam masyarakat Asean yang berhubungan dengan pohon pisang lebih bersifat pada sesuatu yang mistis dan gaib. Mengapa? Mari kita lihat satu per satu. Di negara-negara melayu (Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) berkembang sebuah folklor mistis tentang pohon pisang yang dihuni setan perempuan berambut panjang, Pontianak atau Kuntilanak. Konon, hantu ini menempati pohon ini sepanjang siang sebelum malamnya berkelana untuk menganggu orang dengan suara khasnya. Dalam sebuah dongeng terkenal, dikisahkan, Syarif Abdurrahman Al-Kadrie, seorang sultan dari Kalimantan hendak membangun sebuah kesultanan baru di sebuah tempat yang strategis. Ketika hendak mencapai tempat yang dituju itu, ia dan rombongannya diganggu oleh pontianak. Sang sultan lalu memerintahkan menyerang hantu tersebut dengan meriam. Bola-bola meriam yang dipakai untuk menembak hantu perempuan itu, titik pendaratannnya dijadikan tempat sang sultan mendirikan kesultanannya kemudian, dan menggunakan nama pontianak sebagai nama kesultanannya.









Bab III
Kesimpulan
Berdasarkan kesimpulan dari makalah ini didapatkan tujuannya yaitu bagaimanakah Perkembangbiakan pisang yang dilakukan secara vegetative,  Hormon BA (auksin) dapat mempercepat pertumbuhan dan Keadaan lembab sangat disukai jamur oleh karena itu ditambahkan fungisida. Manfaat buah pisang yaitu Secara tradisional, air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar racun.















Bab IV
Daftar Pustaka

Anonim, A. 2012. Teknis Budidaya: Tanaman Pisang. http://teknis-budidaya.blogspot.com/2007/10/budidaya-pisang.html . diakses 12 Juni 2012.

Hartoyo , Dwi .S.P.. 2012. Tanaman Pisang dan Teknik Budidaya Pisang. http://www.htysite.com/budidaya%20pisang.htm. Diakses 10 Juni 2012.


0 komentar:

Posting Komentar