Ethnobotani
MAKALAH
Dosen
pengampu : Dra. Murningsih, M.Si.
Di
susun oleh:
Meiza
Hayyu Putri NIM
24020111140071
JURUSAN
BIOLOGI
FAKULTAS
SAINS DAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS
DIPONEGORO
2013
Pisang (Musa Paradiceae)
Bab I
Pendahuluan
1.1 latar
belakang
Pisang
adalah tanaman buah , sumber vitamin, mineral dan karbohidrat. Di Indonesia
pisang yang ditanam baik dalam skala rumah tangga ataupun kebun pemeliharaannya
kurang intensif.
Peluang
pengembangan agribisnis komoditas pisang masih terbuka luas. Untuk keberhasilan
usahatani pisang, selain penerapan teknologi, penggunaan varietas unggul dan
perbaikan varietas harus dilaksanakan. Varietas unggul yang dimaksud adalah
varietas yang toleran atau tahan terhadap hama dan penyakit penting pisang,
mampu berproduksi tinggi, serta mempunyai kualitas buah yang bagus dan disukai
masyarakat luas.
Pusat
keragaman utama pisang terletak di daerah Malesia (Asia Tenggara, Papua dan
Australia tropika). Pusat keragaman minor juga terdapat di Afrika tropis.
Tumbuhan ini menyukai iklim tropis panas dan lembab, terutama di dataran
rendah. Di daerah dengan hujan merata sepanjang tahun, produksi pisang dapat
berlangsung tanpa mengenal musim. Indonesia, Kepulauan Pasifik, negara-negara
Amerika Tengah, dan Brasil dikenal sebagai negara utama pengekspor pisang.
1.2 Tujuan
1. Perkembangbiakan pisang dilakukan
secara vegetative
2. Hormon BA (auksin) dapat mempercepat
pertumbuhan
3. Keadaan lembab sangat disukai jamur
oleh karena itu ditambahkan fungisida
4. Pisang dapat dijadikan apa saja baik
itu untuk kerajinan, sandang dan pangan
1.3 Manfaat
Lebih mengetahui dan mendorong khasiat,
sumber vitamin yang baik bagi tubuh, masyrakat ataupun kehidupan di Alam.
1.4 Rumusan
masalah
1. Apasajakah
klasifikasi dari pisang?
2. Apa
sajaah manfaat dari Pisang?
3. Bagaimana
proses tumbuhnya atau budidaya buah pisang?
4. Apasajakah
sejarah dari tanaman pisang?
Bab II
Pembahasan
2.1. Klasifikasi Pisang
Kingdom:
Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta
(Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan
berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu /
monokotil)
Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Zingiberales
Famili: Musaceae (suku
pisang-pisangan)
Genus: Musa
Spesies: Musa paradisiaca
2.2. Sejarah Buah pisang
Manusia pada zaman itu sangkat picky dalam memilih
makanan dan mereka tidak menyukai biji. Jadi, mereka membuat tumbuhan hibrid
dan pada akhirnya mereka berhasil membuat tumbuhan buah tanpa biji. Walaupun
masih terdapat biji-biji kecil di dalam buah pisang, namun mereka tidak peduli
dan mereka sangat menyukai buah tersebut.
Manusia telah mengonsumsi pisang sejak zaman dahulu kala.
Kata pisang itu sendiri berasal dari bahasa Arab, yaitu maus yang oleh Linneus
dimasukkan ke dalam keluarga Musaceae, untuk memberikan penghargaan kepada
Antonius Musa, yaitu seorang dokter pribadi kaisar Romawi (Octaviani Agustinus)
yang menganjurkan untuk memakan pisang. Itulah sebabnya dalam bahasa latin,
pisang disebut sebagai Musa paradisiaca .
Menurut sejarah, pisang berasal dari Asia Tenggara yang oleh
para penyebar agama Islam disebarkan ke Afrika Barat, Amerika Selatan dan
Amerika Tengah. Selanjutnya pisang menyebar ke seluruh dunia, meliputi daerah
tropis dan subtropis. Negara-negara penghasil pisang yang terkenal di antaranya
adalah: Brasilia, Filipina, Panama, Honduras, India, Equador, Thailand,
Karibia, Columbia, Mexico, Venezuela, dan Hawai. Indonesia merupakan negara
penghasil pisang nomor empat di dunia.
2.3. Morfologi Buah Pisang
Pisang merupakan
tumbuhan terna raksasa, batang merupakan batang semu, permukaan batang terihat
bekas pelepah daun. tumbuhan ini tidak bercabang, batangnya basah dan tidak mengandung
lignin. pelepah daun pada tumbuhan ini menyelubungi batang.
Daun pisang memiliki
bentuk daun yang memanjang, yaitu bentuk memanjang namun juga agak lebar
dibanding dengan bentuk lanset yaitu dengan perbandingan panjang dan lebarnya
adalah 21/2-3 : 1.
Pohon pisang untuk
ujung daunnya biasanya berbentuk rompang. Daging daunnya tipis seperti kertas
dengan pertulangan daun menyirip serta permukaan atas dan bawah daun yang licin
berlapis lilin. daun pada tumbuhan ini merupakan daun lengkap, karena memiliki
pelepah daun, tangkai daun, dan helaian daun. Tangkai daun bila dipotong
melintang bentuknya seperti bulan sabit.
2.4. Budidaya tanaman Pisang
2.4.1.
Syarat
Tumbuh
Tanaman
pisang dapat tumbuh di daerah tropis, baik dataran rendah maupun dataran tinggi dengan ketinggian tidak lebih
dari 1.600 m di atas permukaan laut (dpl). Suhu optimum untuk pertumbuhan
adalah 27°C, dan suhu maksimumnya 38°C, dengan keasaman tanah (pH) 4,5-7,5.
Curah hujan yang optimum untuk pertumbuhan tanaman pisang berkisar antara 2000-2500
mm/tahun atau paling baik 100 mm/bulan. Apabila suatu daerah mempunyai bulan
kering berturut-turut melebihi 3 bulan, maka tanaman pisang memerlukan tambahan
pengairan agar dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik.
Iklim Yang cocok untuk tanaman pisang, yaitu:
1. Iklim
tropis basah,
lembab dan panas mendukung pertumbuhan pisang. Namun demikian pisang masih dapat
tumbuh di daerah subtropis..
2. Media Tanam
a. Sebaiknya pisang ditanam di tanah berhumus dengan pemupukan.
b. Air harus selalu tersedia tetapi tidak menggenang.
c. Pisang tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0,07%.
a. Sebaiknya pisang ditanam di tanah berhumus dengan pemupukan.
b. Air harus selalu tersedia tetapi tidak menggenang.
c. Pisang tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0,07%.
3. Ketinggian Tempat
Dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.000 m dpl. Pisang ambon, nangka dan tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1.000 mdpl.
Dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.000 m dpl. Pisang ambon, nangka dan tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1.000 mdpl.
2.4.2.
Perbanyakan
dari bonggol induk
Tanaman
yang sudah panen dibuang dan disisakan bonggolnya. Kemudian bonggol dipotong 4
secara simetris.setelah itu direndam di dalam fungisida selama 15 menit.
Setelah dibiarkan kering secara alami agar fungisida meresap. Fungisida penting
karena keadaan dalam media sangat lembab sehingga sangat rawan terhadap
serangan jamur. Lalu bibit dipindahkan kedalam media tanam yang disiapkan dalam
polybag.
2.4.3.
Perbanyakan
dari bonggol anakan
Diseleksi
bonggol anakan yang berdiameter 10-15cm . memiliki tinggi kurang lebih 100cm.
Kemudian bonggol dipotong 4 secara simetris.setelah itu direndam di dalam
fungisida selama 15 menit. Setelah dibiarkan kering secara alami agar fungisida
meresap. Fungisida penting karena keadaan dalam media sangat lembab sehingga
sangat rawan terhadap serangan jamur. Lalu bibit dipindahkan kedalam media
tanam yang disiapkan dalam polybag.
2.5. Pemanfataan Pisang
Pisang adalah buah yang sangat
bergizi yang merupakan sumber vitamin, mineral dan juga karbohidrat. Pisang
dijadikan buah meja, sale pisang, pure pisang dan tepung pisang. Kulit pisang
dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam
cuka. Daun pisang dipakai sebagi pembungkus berbagai macam makanan trandisional
Indonesia.
Batang pisang diolah menjadi serat
untuk pakaian, kertas dsb. Batang pisang yang telah dipotong kecil dan daun
pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba, kambing) pada saat
musim kemarau dimana rumput tidak/kurang tersedia.
Secara tradisional, air umbi batang
pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar
sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar
racun.
Buah merupakan hasil utama pisang, yang
dapat dimakan langsung atau dimasak terlebih dahulu sebelum dimakan. Seringkali
pisang juga diproses untuk tepung, keripik, bir, cuka. Bunga jantan beberapa
kultivar sering digunakan sebagai sayuran. Daunnya sering dipakai sebagai
pembungkus makanan. Serat yang diperoleh dari pelepah daun digunakan untuk
membuat baju, sandal, tas. Bagian tanaman seperti daun dan buahnya seringkali
dipakai dalam upacara tradisional misalnya dalam perkawinan, membuat bangunan
baru. Daunnya yang muda dan masih menggulung dipergunakan untuk obat dalam
mengobati sakit dada. Cairan yang dihasilkan dari potongan batangnya digunakan
untuk mengobati infeksi saluran kencing, disentri dan diare, selain itu juga
digunakan untuk mengobati kebotakan karena gugurnya rambut. Bila dalam bentuk
bubuk, digunakan juga untuk mengobati anemia dan kekurangan gizi. Buahnya yang
belum masak digunakan untuk makanan orang yang menderita haemoptisi dan
diabetes. Tepung yand dibuat dari pisang digunakan untuk mengobati dispepsia.
2.6. Fenomena pisang
Pohon
Pisang dan Folklor Mistis di Asean
Pohon pisang. Sekilas jika kita
memperhatikan, sejujurnya, tidak ada yang istimewa dari bentuknya. Hanya sebuah
pohon berdaun lebar dengan tinggi batang tak lebih dari 3 meter. Di situ warna
hijau muda mendominasi. Sekilas juga daun lebar itu bisa nampak seperti kincir
angin. Pohon pisang akan menjadi istimewa kala orang-orang mencarinya untuk
kemudian dimanfaatkan. Dari buah hingga bonggol semua bermanfaat. Buahnya bisa
dimakan, baik dalam keadaan langsung dipetik alias tidak diolah atau diolah,
daunnya bisa dijadikan alas makanan atau pelindung kepala seperti payung,
bonggolnya bisa dijadikan obat. Begitu juga batangnya.
Selain untuk kegunaan yang bersifat
medis dan materiil, pohon pisang juga mempunyai keistimewaan dalam folklor,
terutama folklor di Asia Tenggara atau Asean. Kita ketahui sebagian besar
wilayah Asean yang tropis memungkinkan bisa tumbuh subur pohon yang
diperkirakan berasal dari Afrika ini. Masyarakat Asean pun tak lepas tiap
kehidupannya dengan pohon pisang. Karena itu, wajar jika folklor yang ada di
masyarakatya pun mempunyai kemiripan.
Folklor di dalam masyarakat Asean
yang berhubungan dengan pohon pisang lebih bersifat pada sesuatu yang mistis
dan gaib. Mengapa? Mari kita lihat satu per satu. Di negara-negara melayu
(Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) berkembang sebuah folklor mistis
tentang pohon pisang yang dihuni setan perempuan berambut panjang, Pontianak
atau Kuntilanak. Konon, hantu ini menempati pohon ini sepanjang siang sebelum
malamnya berkelana untuk menganggu orang dengan suara khasnya. Dalam sebuah
dongeng terkenal, dikisahkan, Syarif Abdurrahman Al-Kadrie, seorang sultan dari
Kalimantan hendak membangun sebuah kesultanan baru di sebuah tempat yang
strategis. Ketika hendak mencapai tempat yang dituju itu, ia dan rombongannya
diganggu oleh pontianak. Sang sultan lalu memerintahkan menyerang hantu
tersebut dengan meriam. Bola-bola meriam yang dipakai untuk menembak hantu perempuan
itu, titik pendaratannnya dijadikan tempat sang sultan mendirikan kesultanannya
kemudian, dan menggunakan nama pontianak sebagai nama kesultanannya.
Bab III
Kesimpulan
Berdasarkan kesimpulan dari makalah
ini didapatkan tujuannya yaitu bagaimanakah Perkembangbiakan pisang yang dilakukan
secara vegetative,
Hormon BA (auksin) dapat mempercepat
pertumbuhan dan Keadaan lembab sangat disukai jamur oleh karena itu ditambahkan
fungisida. Manfaat buah pisang yaitu Secara tradisional, air umbi batang pisang
kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan
air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar racun.
Bab IV
Daftar Pustaka
Anonim, A. 2012. Teknis Budidaya:
Tanaman Pisang. http://teknis-budidaya.blogspot.com/2007/10/budidaya-pisang.html
. diakses 12 Juni 2012.
Hartoyo , Dwi .S.P.. 2012. Tanaman
Pisang dan Teknik Budidaya Pisang. http://www.htysite.com/budidaya%20pisang.htm.
Diakses 10 Juni 2012.







0 komentar:
Posting Komentar