night..goodnight..
Luka sembuhkan luka..
AdaTeman berarti, tapi aku terluka..
Malam ini laksana rembulan berada pada barisan cahaya terang
Aku menaiki sebuah tangga yang layaknya sudah usang
Terus ku naiki hingga aku terdampar dilantai yang penuh debu
Aku mengais beberapa lembaran kertas dan foto kenangan dilantai itu
Indahnya kini karna kebahagiaan yang kumiliki
Tuhan menyiapkan segala cara kehidupan untuk setiap umatnya
Tinggal kitanya sendiri, mampukah bersyukur untuk dinikmati?
Perjalanan kehidupan terus berlanjut sampai aku kini dewasa
Banyak sekali liku-liku, kesenangan, kesedihan yang ku punyai
Hingga keluarga pun terasa utuh bila bersama
Aku rindu semua akan kisahku
Tiga tahun silam terlewati, Ayah tlah pergi kini
Kebahagiaan itu menjadi kesedihan dalam hidupku
Tiada lagi seorang yang memberikan arti kehidupan yang begitu berarti
Ayah, Aku rindu..
Tak terasa, dunia pertemanan ku hiasi dengan banyak kenalan
Baik itu orang yang gagap, tuli, buta warna, sampe yang sangat ga peka
Tiap hari aku aku belajar, bermain, hingga memliki pengalaman
Aku mencoba menjadi sosok dewasa yang berani dan tak putus asa
Tuhan,terimakasih atas umur yang kau berikan padaku
Tak lupa aku bersyukur akan karunianya..
Aku berfikir kembali, apakah aku sudah bermafaat untuk orang lain?
Jawabku, belum..
Ketegasan dalam hati memberikan sebagai cermin diri
Sudahkah aku memanjatkan segala keinginan hati?
Tersadar dalam lamunan, belum jawabku, diam..
Entah sampai kapan aku akan terus bergumam?
By, Penulis Abstrak Meiza Hayyu Putri. Mahawsiswi Biologi Undip 2011
Minggu, 13 Oktober 2013
kisahku pada puisi
Posted on 09.46 by penulisabstraak
| No comments
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar