MIKRO TANAH
MAKALAH

DI
SUSUN OLEH:
1. Puspasari
Noerwan T NIM
24020111140062
2. Meiza
Hayyu Putri NIM
24020111140071
3. Amalia
Aininnur NIM
24020111140068
4. Fitria NIM
24020111130055
5. Wiatri
Larasati NIM
24020111130051
6. Andy
Wicaksono NIM
24020111140085
JURUSAN
BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2013
BAB I
PENDAHULUAN
I.
Latar belakang
Semua
yang ada di bumi baik makluk hidup maupun benda mati tersusun oleh materi.
Materi ini tersusun oleh antara lain: karbon (C), Oksigen (O), Nitrogen (N),
Hidrogen (H), Belerang atau sulfur (S) dan Fosfor (P). Biogeokimia merupakan
pertukaran atau perubahan yang terus menerus, antara komponen biosfer yang
hidup dengan tak hidup. Keadaan suatu ekosistem, materi pada setiap tinkatan
trofik tak hilang. Materi berupa unsur-unsur penyusun bahan organik di daur
ulang.
Semua
makhluk hidup memerlukan berbagai materi organik dan anorganik. Karbon dioksida
dan air diperlukan untuk proses fotosintesis. Nitrogen merupakan komponen
penyusun protein dan asam nukleat yang ada di dalam jaringan hidup. Fosfor
merupakan unsur penting dalam pembentukan ATP (energi) dan nukleotida. Semua
materi yang menyusun tubuh makhluk hidup pada saatnya akan kembali ke alam
(atmosfer, air dan tanah), yaitu ketika mahkluk hidup tersebut mati. Di alam,
tubuh makhluk hidup yang telah mati akan diuraikan oleh dekomposer sehingga
terbentuk senyawa sederhana. Selanjutnya, senyawa tersebut akan dimanfaatkan
kembali oleh makhluk hidup autrotof. Artinya, semua materi akan mengalir
membentuk suatu daur yang melibatkan komponen biotik dan abiotik yang disebut
daur biogeokimia.
I.
Tujuan
Untuk
mengetahui pemanfaatan dan pemanfaatan bakteri terhadap daur biogeokimia.
II.
Manfaat
Agar
dapat memahami peranan mikroba dan menjelaskan terjadinya siklus karbon, fosfor,
sulfur, dan nitrogen pada kehidupan di muka bumi ini.
III.
Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah
peranan mikroba terhadap siklus karbon, sulfur, fosfor dan nitrogen ?
2. Bagaimana
siklus dari berbagai daur C,N,F,dan S.
BAB II
PEMBAHASAN
Daur ulang materi melibatkan mahluk hidup dan batuan
(geofisik) sehingga disebut daur biogeokimia. Fungsi daur biogeokimia adalah
sebagai silkus materi yang melibatkan semua unsur kimia yang sudah terpakai
oleh semua yang ada di bumi baik komponen biotik maupun abiotik, sehingga
kelangsungan hidup di bumi tetap terjaga.
A.
Daur
Nitrogen
Tumbuhan dan hewan membutuhkan nitrogen untuk
membentuk asam amino untuk membentuk protein. Selain itu, nitrogen diperlukan
dalam pembentukan senyawa nitrogen, seperti asam nukleat (ADN dan ARN).
Nitrogen harus diubah menjadi bahan nitrogen lain sehingga dapat digunakan.
Nitrogen diikat oleh bakteri yang ada di dalam tanah (biasanya dalam bentuk
amonia). Selanjutnya oleh bakteri nitrifikasi diubah menjadi nitrit (NO2-),
kemudian menjadi nitrat (NO3-), yang mana dapat diserap dari tanah oleh
tumbuhan (disebut proses nitrifikasi. Bakteri mengubah banyak nitrogen menjadi
asam amino yang dilepaskan ke jaringan tumbuhan. Nitrogen berfungsi sebagai
pembentuk asam amino merupakan persenyawaan pembentuk molekul protein, sebagai
pembentuk tubuh. Daur Nitrogen di alam sebagai berikut:
·
Atmosfer mengandung sekitar 70% Nitrogen
dalam bentuk unsur, tapi yang diperlukan dalam bentuk senyawa, yaitu ketika
petir keluar menyebabkan nitrogen bersenyawa jadi nitrat. Tumbuhan menyerap
nitrat dari tanah utuk dijadikan protein lalu tumbuhan. Urin, bangkai hewan,
dan tumbuhan mati akan diuraikan oleh pengurai jadi ammonium dan ammonia.
Bakteri Nitrosomonas mengubah jadi nitritlalu diubah lagi oleh bakteri
Nitrobacter menjadi nitrat. Kemudian nitrat diserap oleh tumbuhan.
·
Selain melalui petir juga melalui
bakteri Rizobium yang bersimbiosis pada tumbuhan polong membentuk bintik akar.
Sedikit tambahan proses pengubahan nitrit jadi nitrat disebut nitrifikasi, dan
proses pengubahan nitrit atau nitrat jadi nitrogen bebas disebut
denitrifikasi.

Contoh
beberapa mikroorganisme yang terlibat dalam daur nitrogen ialah :
1. Nitrosomanas
mengubah amonium menjadi nitrit.
2. Nitrobacter
mengubah nitrit menjadi nitrat.
3. Rhizobium
menambat nitrogen dari udara.
4. Bakteri
hidup bebas pengikat nitrogen seperti Azotobakter (aerobik) dan Clostridium
(anaerobik).
5. Alga
biru hijau pengikat nitrogen seperti anggota dari ordo Nostocales.
6. Bakteri
ungu pengikat nitrogen seperti Rhodospirillum
B. Daur Fosfor
Fosfor merupakan bahan makanan utama yang digunakan oleh semua organisme
untuk pertumbuhan dan sumber energi. Fosfor – energetika,
genetika, dan struktur sistem hayati ,Contoh – ATP, RNA, DNA, dan molekul
fosfolipid.Fosfor tdk melimpah di biosfer. Siklus fosfor tdk melibatkan pool
atmosfer. Jumlah terbesar fosfor terdapat di deposit mineral dan sedimen laut.
Tanah mengandung sejumlah fosfor. Namun byk fosfor
di tanah tidak dalam bentuk yabg bisa secara langsug dimanfaatkan oleh
tumbuhan. Fosfor dilepas secara perlahan ke ekosistem terestrial dan akuatik
melalui pelapukan bebatuan.

Daur fosfor diperlukan pengurai untuk menguraikan
hewan dan tumbuhan yang mati menjadi fosfat anorganik. Fosfat banyak terdapat
di batu karang dan fosil. Fosfat dari batu dan fosil terkikis dan membentuk
fosfat anorganik terlarut di air tanah dan laut. Fosfat anorganik ini kemudian
akan diserap oleh akar tumbuhan lagi. Siklus ini berulang terus menerus.
C. Daur Sulfur
Belerang atau sulfur merupakan unsur penyusun
protein. Tumbuhan mendapat sulfur dari dalam tanah dalam bentuk sulfat (SO4 ). Siklus
sulfur didahului oleh pembentukan sulfur dari kerak bumi dan atmosfer.
Secara alami, sulfur terkandung di dalam tanah dalam bentuk mineral tanah.
Sulfida-sulfida logam terdapat dalam bebatuan plutonik, yaitu batuan yang
membeku di dalam kerak bumi dan tidak mencapai ke permukaan bumi. Daur
belerang dalam mikroorganisme yang bertanggung jawab di setiap trasformasi
adalah sebagai berikut :
1.H2S → S → SO4; bakteri sulfur tak berwarna, hijau dan ungu.
2.SO4 → H2S (reduksi sulfat anaerobik), bakteri desulfovibrio.
3.H2S → SO4 (Pengokaidasi sulfide aerobik); bakteri thiobacilli.
4. S organik → SO4 + H2S, mikroorganisme heterotrofik aerobik dan anaerobik.

Selain itu ada beberapa jenis bakteri terlibat dalam
daur sulfur, antara lain Desulfomaculum dan Desulfibro yang akan mereduksi
sulfat menjadi sulfida dalam bentuk hidrogen sulfida (H2S). Kemudian H2S
digunakan bakteri fotoautotrof aerob seperti Chromatium dan melepaskan sulfur
dan oksigen. Sulfur dioksida menjadi sulfat oleh bakteri kemolitotrof seperti
Thiobacillus.
D.
Daur
Karbon
Karbon merupakan bahan dasar dari semua bahan
organik. Aliran karbon berjalan beriringan secara paralel dengan aliran energi.
Sumber pokok karbondioksida (CO2) ada di atmosfer. Selain itu, komponen karbon juga tersedia
dalam bahan bakar fosil (batu bara, gas alam, dan minyak). Hewan makan
tumbuhan dapat karbon lalu setelah berjalannya waktu tubuh hewan dan tumbuhan
mati dan diuraikan menjadi karbon dioksida, air, dan mineral. Karbon tadi
dilepaskan ke udara dan seterusnya.
Karbon dioksida di atmosfer merupakan sumber karbon
bagi tumbuhan, terutama ketika melakukan fotosintesis. Karbon tersebut dapat
berpindah ke hewan ketika mereka memakan tumbuhan. Selanjutnya, tubuh hewan dan
tumbuhan yang sudah mati akan diuraikan oleh mahkluk hidup pengurai menjadi karbondioksida,
air, dan mineral. Karbondioksida akan kembali ke atmosfer dari penguraian juga
melalui sistem respirasi.
BAB III
KESIMPULAN
Siklus sulfur atau daur belerang adalah
perubahan sulfur dari hidrogen sulfida menjadi sulfur dioksida lalu menjadi sulfat dan
kembali menjadi hidrogen sulfida lagi. Fosfor merupakan bahan makanan utama
yang digunakan oleh semua organisme untuk pertumbuhan dan sumber energi. Nitrogen
merupakan elemen yang sangat esensial, menyusun bermacam-macam persenyawaan
penting, baik organik maupun anorganik. Nitrogen menempati porsi 1 – 2 % dari
berat kering tanaman. Karbon merupakan penting bagi suatu proses fotosintesis.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
Bender,
M.; T Sowers and L. Labethie 1994. The
Dole Effect And Its Variations During The Last 130,000 Years As Measured In The
VOSTOK Ice Core. Global Biogeochemical Cycles, 8:363-376.
Bickle,
M.J. 1994. The Role Of Metamorphic
Decarbonation Reactions In Returning Strontium To The Silicate Sediment Mass.
Nature, 367: 699-704.
Champbell, Reece – Mitchell. 1999. Biologi
Edisi Kelima (Terjemahan). Penerbit Erlangga.
Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi,
Departemen Pendidikan dan kebudayaan.
Gattuso,
J.P.; M. Frankignoulle and R. Wollast 1998. Carbon
And Carbonate Metabolism In Coastal Aquatic Ecosystems. Annual Review of
Ecology andSystematics, 29:405-434.







0 komentar:
Posting Komentar