Sabtu, 10 Agustus 2013

Kini, lampau atau lusa aku tetap menjadi sahabatmu J


Berawal dari pertemuan sekitar 2 tahun lalu. Pertemuan itu sesama memasuki perguruan tinggi yang sama. Disaat itu aku melihatmu menyendiri diantara keramaian orang. Tak berlangsung lama, kita saling bertukar pikiran akan suka dukanya kuliah yang dijalani saat ini. Banyak cerita hingga pengalaman yang didapatkan dari suka dan duka yang didapatkan. Banyak cerita hingga bisa ku ceritakan dalam sebuah catatan kecilku. Waktu terus berjalan, tak terasa aku benar-benar mempunyai seorang sahabat yang bisa mendengarkan keluh kesah atau senang yang kurasakan, Sekitar setahun berjalan menikmati masa-masa perkuliahan dia didekati seorang laki-laki, sebut saja nama laki-laki itu berinisial T. Ya, sahabatku banyak bercerita banyak tentang Mr. T dari masa PDKT hingga akhirnya berkomitmen untuk menjalani hubungan. Aku turut senang, asalkan sahabatku pun tulus untuk mnjalani hubungan itu. Maklum berhubung sahabatku ini baru pertama kali pacaran, banyak hal yang ga penting pun ditanya. Sebelum memutuskan untuk  memulai kisah baru, dia pun memintaku untuk memberikan jawaban “bagaimanakah mei, apakah aku menerimanya?” Aku pun menjawab, semua itu balik lagi ke lo, jika lo benar suka sama dia dan serius buat jalanin hubungan lo tetapkan dan pertahanin ya. Serahin semua sama hati dan otak lo yang akan memulai bersama Dia, hanya itu yang bisa gua kasih jawaban dan sekarang lo lah yang memutuskan. Tak terasa, 2 bulan pun terlewati dan masa itu sudah masuk semester 3. Aku suka akan kenikmatan yang terus berjalan dimasa aku bertambah banyak teman. Disisi lain, kini sahabatku sudah lupa akan padaku karena setiap aku meminta bantuan dia bahkan tak acuh. Aku mnegerti kita kini punya kesibukan masing-maisng, tak banyak cerita kini yang ku ceritakan padanya, tak hanya itu kini pun kita sulit bertemu. Setiap aku minta menemui, dia sudah berjanji duluan dengan sang Pacar. Aku yakin suatu saat persahabatan itu bisa kembali lagi dimasa senang dan duka yang pernah dirasakan. Pernah ada cerita seru yang aku jalanin bersama sahabatku, yaitu kita pernah travelling, backpacking dan hiking. Banyak cerita suka dan duka akan kepeduliaan yang didapatkan semasa kisah itu, AKu merindukan sahabatku meski kau lupa denganku. Meski kini, aku sudah mempunyai seorang kekasih yang menemani hidupku tetapi aku maish menganggapmu, wahai sahabatku Amalia..

By, penulis abstrak : meiza hayyu putri mahasiswa biologi undip angkatan 2011