Berawal
dari pertemuan sekitar 2 tahun lalu. Pertemuan itu sesama memasuki perguruan
tinggi yang sama. Disaat itu aku melihatmu menyendiri diantara keramaian orang.
Tak berlangsung lama, kita saling bertukar pikiran akan suka dukanya kuliah
yang dijalani saat ini. Banyak cerita hingga pengalaman yang didapatkan dari
suka dan duka yang didapatkan. Banyak cerita hingga bisa ku ceritakan dalam
sebuah catatan kecilku. Waktu terus berjalan, tak terasa aku benar-benar
mempunyai seorang sahabat yang bisa mendengarkan keluh kesah atau senang yang
kurasakan, Sekitar setahun berjalan menikmati masa-masa perkuliahan dia
didekati seorang laki-laki, sebut saja nama laki-laki itu berinisial T. Ya,
sahabatku banyak bercerita banyak tentang Mr. T dari masa PDKT hingga akhirnya
berkomitmen untuk menjalani hubungan. Aku turut senang, asalkan sahabatku pun
tulus untuk mnjalani hubungan itu. Maklum berhubung sahabatku ini baru pertama
kali pacaran, banyak hal yang ga penting pun ditanya. Sebelum memutuskan
untuk memulai kisah baru, dia pun
memintaku untuk memberikan jawaban “bagaimanakah mei, apakah aku menerimanya?”
Aku pun menjawab, semua itu balik lagi ke lo, jika lo benar suka sama dia dan
serius buat jalanin hubungan lo tetapkan dan pertahanin ya. Serahin semua sama
hati dan otak lo yang akan memulai bersama Dia, hanya itu yang bisa gua kasih
jawaban dan sekarang lo lah yang memutuskan. Tak terasa, 2 bulan pun terlewati
dan masa itu sudah masuk semester 3. Aku suka akan kenikmatan yang terus
berjalan dimasa aku bertambah banyak teman. Disisi lain, kini sahabatku sudah
lupa akan padaku karena setiap aku meminta bantuan dia bahkan tak acuh. Aku
mnegerti kita kini punya kesibukan masing-maisng, tak banyak cerita kini yang
ku ceritakan padanya, tak hanya itu kini pun kita sulit bertemu. Setiap aku
minta menemui, dia sudah berjanji duluan dengan sang Pacar. Aku yakin suatu
saat persahabatan itu bisa kembali lagi dimasa senang dan duka yang pernah
dirasakan. Pernah ada cerita seru yang aku jalanin bersama sahabatku, yaitu
kita pernah travelling, backpacking dan hiking. Banyak cerita suka dan duka
akan kepeduliaan yang didapatkan semasa kisah itu, AKu merindukan sahabatku
meski kau lupa denganku. Meski kini, aku sudah mempunyai seorang kekasih yang
menemani hidupku tetapi aku maish menganggapmu, wahai sahabatku Amalia..
By, penulis abstrak : meiza hayyu putri mahasiswa biologi undip angkatan 2011






