Minggu, 07 April 2013

Backpacker Kota Malang, Mahasiswa Biologi UNDIP

your data is lost!!!!




Backpackeran part 2 to malang and batu town.

Tanggal 7 februari sekitar pukul 14.00 pergi ke statiun poncol untuk beli tiket. Disaat itu yang beli tiket itu ada puspa(Mami kitee), dearest, Syu, dan tentunya gue sendiri. Sebelumnya sih, yang berencana mau beli itu bukan gue tapi ifa, tapi ifa bilangnya lagi males. Yauda, akhirnya kita kumpulin ktp. Nah, udah sampe stasiun poncol kita langsung ke bagian loket, sebelum membayar kita di suruh ngisi formulir dulu karena keberangkatan kita masih sekitar 2 minggu lagi. Terpaksalah, kami mengantre lagi dari bagian yang paling belakang. Tak terasa, kami pun berada id depan loket, saat sudah sampe di depan loket, petugas pun memberi tahu bahwa kereta ke Malang, ada pada pukul 21.50 wib. Yauda tanpa berfikir lama, aku dan puspa membelinya untuk pergi ke malang dan pulang untuk ke semarang. Yaaah teman tiketpun sudah ada di tangan, tiket itu untuk 7 orang. 

Oke sebelum masuk cerita perjalanan dan pulang, akan ku perkenalkan dahulu teman-teman yan akan pergi ke malang:
1.       Puspa : Dia ini adalah ibu kita selama perjalanan. Pendiem, kalo ngomong langsung pedes banget kayak sambal korek, bendahara sekaligus suka menghitung-hitung uang ketika uangnya itu di jadikan sebagai pt-pt.
2.       Ifa : Pendiem, suka banget gangguin gue, pernah tuh gue di kagetin sama dia sampai ngompol, saling membantu, bisa melakukan banyak ekspresi ketika berbicara, cocok lah kalo jadi kaka senior galak. Ahha
3.       Dearest : Ini orang di panggil teman2nya de..de miungkin yang asal namanya dea. Ini orang hobi banget tidur, entah kenapa dia mungkin yang paling kuat kalo disuruh tidur, saling membantu juga, dia juga yang bawa kartu uno buat main disana. Sayangnya engga ke pake gara-gara pada milih main kartu remi.
4.       Masfur : Beeh, ternyata setelah tau dalamnya dia ini orangnya cocok banget jadi seorang polwan, beneran deh. Udah gitu paling mengerti deh, oh ya rumornya kalo udah debat sama nih orang beeh kalah deh nantinya.
5.       Norma; mereka nih bisa di bilang kembar. Kenapa gitu? Ya kalau norma bisa di kata dia orangnya polos banget tapi kalo ngomong juga langsung to the point, ngejleb deh.
6.       Kalau siu, ya di ini pinter tapi kelihatan banget bocahnya.
7.       Dan terakhir meiza : sosok yang humoris, paling lama kalau tidur, dan suka penanya tempat dan alamat waktu di malang. Oh ya nih orang kalo ketawa beeh, udah kayak ga tau tempat habisan udah ke lewat senang kali ya.

Setelah selesai kami membeli tiket, kami tidak langsung pulang ke tempat masing-masing, tetapi kami masih jaan-jalan bareng. Rencana berlangsung kami jalan-jalan ke kota lama untuk berfoto-foto disana tempat banyak bangunan lama belanda yang masih budaya kuno. Tidak terasa foto-fotopun selesai dan di lanjutkan solat ashar terlebih dahulu di tempat eyang. Agak lama, waktu yang di sempatkan ke tempat eyang hingga pukul 17.00 wib di lanjutkan ke gedung imam barjo, undip disana sedang di adakan joba fair. Sayangnya, setelah sampai disana kurang lebih 5 menit sudah tutup. Yaaah, seperti itulah dan di lanjutkan pulang ke tembalang. 

Pulang dengan kesenangan dan kebahagiaan bersama karna mendapatkan tiket untuk jalan-jalan ke kota malang. Tak terasa, hari semakin berganti menandakan akan pergi ke kota malang. Seminggu telah terlewati setelah dari pembelian tiket, jujur aku tak sabar untuk menyelesaikan kuliah dan uas SP  ini selama kurang lebih 1 bulan. Persiapan menuju ujian terkahir tepat pada hari kamis nanti disaat hari keberangkatan, aku benar-benar mempersiapkan dengan maksimal sampai-sampai belajar biokimia degan dearesty dan kimia dasar dengan Nuhaulfa. Ya, belajar kita tapi becandanya juga ada. Bercandanya yaitu saat aku lagi hendak mau solat magrib dan mengambil air wudhu di buat terkejut oleh nuhualfa, entah mengapa saat itu ia sedang sangat senang mengangguku. Berbeda dengan dearesty dia hanya duduk di luar kamarnya dengan membaca buku biokimia (ciyee, calon ahli biokimia).

Tanggal 21 Februarri 2013 pun tiba dimana hari itu adalah 2 mata kuliah akan di ujiankan. Ujian biokimia di mulai pada pukul 09.00 walaupun ngaret sejam aku coba untuk membuka catatan ringkasanku yang telah di  pelajari agar tidak lupa. Budaya ngaret masih berlaku ternyata di dunia perkuliahan kalau terlambat sama saja sih. Tepat pukul 09.00 wib ujian berlangsung suasana keributan di dalam ruangan secara spontan berhenti tanpa ada berbisik atau melakukan hal yang curang karena dosen berkata “ siapa yang curang, saya akan tahu dan nilainya di bagi 2”. Semua mahasiswa terdiam di ruangan itu, aku disamping riza (salah satu temanku yang mengikuti kss, dia seorang amat keibuan) juga menatapku denga  penuh tajam pertanda aku dan dia bisa melakukan dengan baik dan mampu melakukannnya penuh sunguh-sungguh. Ujian di mulai….. 

Waktu terus bergulir, tetapi suasana dalam ruangan kelas tidak terlalu berisik walaupun ada yang berbisik satu sama lain, berfikir jawaban yang akan ku jawab dan terdengar seseorang memanggil, teman sebelahnya ingin meminjam penghapus atau hal lainnya. Tak terasa, dari 7 nomer dengan banyak anak pertanyaan, aku berhasil menjawab semuanya ya walaupun aku agak tergesa-gesa karena waktu telah habis untuk mengerjakan. Aku tinggal berdoa saat ini, aku tahu Tuhan mengetahui hasil kerja kerasku selama kss ini. Akhirnya, dalam benakku telah selesai mengerjakan semua soal yang diberikan dosen kepada kami. Oh,ya di KSS itu yang mengikuti bukan hanya angkatan 2011, tetapi ada 2010 dan 2008. Tidak masalah buat pribadi masing-maisng yang penting tujuannya sukses. Yihuui, itulah kata gue sendiri dan beberapa teman.

Tepat sore hari sekitar pukul 16.00 aku  masih bergegas merapikan barang yang akan di bawa ke malang serta kamarku yang masih kelihatan berantakan aku pun juga bergeags merapikan dengan satu persatu agar terlihat nyaman dan rapi. Tak terasa, waktu terus bergulir aku tinggal beberapa barang yang perluaku rapikan. Tepat pukul 16.30, melirik jam tangan sudah membuat aku merasa terburu-buru, mama juga yang sudah mengomel yang suaranya terdengar dari kawasan simpang lima sampai rumah eyang (kawasan erlangga). Ya, membuatku begitu sangat panik pada waktu itu. Tak lama kemudian, aku pun bergegas menuju kamar mandi untuk siap-siap berangkat menuju rumah eyang. Selesai mandi, aku pun langusng memakai baju santai sekaligus untuk berangkat menuju stasiun.

Melihat jam di tangan sebelah kiriku ternyata waktu sudah menunjukkna waktu 17.30 wib. Awalnya terasa deg-degan untuk pergi backpackeran ke kota Malang, tetapi sungguh sangat menyenangkan. Aku bergegas ketempat eyang untuk menunggu teman-teman karna di pastikan kami akan berangkat bareng ke stasiun poncol. Ya tepat, jam 19.00 teman-temanku yang akan berangat ke malang sudah berkumpul, mereka awalnya ketemu sama mama, eyang, pokoknya seisi orang-orang ang ada di rumah saat itu. Sembari menunggu pukul 20.30 karena kami akan menuju ke stasiun, kami pun segera melaksanakan solat isya dan makan. Alhamdulilllah, eyang menyuguhi makan malam utnuk kami sehingga kami tidak perlu untuk keluar dari rumah. Sangat senang dimana hari itu, adalah hari yang menggembirakan. Yihuuii, ucapkku J. 

Waktu sudah menunjukkan 20.30, setelah selesai makan malam, sepupuku inong menelpon taksi untuk datang kerumah dan menmbawa kami ke stasiun poncol. Beberapa menit kemudian taksi sudah berada di luar pagar rumah eyang. Satu persatu dari kami menaiki taksi. Untung saja muatan taksi tersebut dapat bermuatan 7-8 orang. Mobil pun bergegas memutar balik dan kami semua turut melambaikan tangan kepada orang-orang yang kami tinggalkan. Ketika di dalam taksi, tak lupa kami panjatkan doa kepada tuhan yang maha esa, agar kami dapat tiba dan kembal dengan selamat. Aku turut bersyukur atas karunia yang diberikan dari-Nya. Jarak dari rumah eyang ke stasiun hanya berkisar 7-10 menit. Sepanjang jalan menuju stasiun kami mengobrol hingga tak terasa sudah tiba di stasiun. Malam itu, terasa dingin dan ruang tunggu begitu amat sepi. Hari itu, tidak seperti hari libur yang selalu penuh dengan rombongan penumpang. Aku turut merasakan kebahagiaan dengan teman-teman. Tiba di staisun pukul 21.00, karena aku yang menegang tiket seluruh teman-teman akhirnya aku membaginya dengan rata agar tidak ribet nantinya saat pemeriksaan karcis. Saat pemeriksaan karcis, seorang satpam mengatakan ada dokter kecil disini sambil menunjuk ke arah salah satu temanku antar puspa atau norma, hingga kini masih di eprtanyakan. Sayangnya, arah dari petugas karcis tersebut tidak tepat. Tak lama kemudian kami sudah berada di ruang tunggu, disana hanya ada cleaning service dan keluarga yaang terdiri seorang bayi, bapak, dan ibu. Jujur, bapak itu melihat kita sangat sinis. Aku tak mengatakan tersebut kepada teman-temanku, alhasil aku bersikap positif. Sembari menunggu kereta datang, 

Tak lama, sekita pukul 10.30, kerete matarmaja tujuan akhir malang datang melaju ke stasiun poncol semarang. Bergegas kami, siap menyiapkan barang-barang aar tak ada yang tertinggal menuju gerbong yang akan kami naiki. Kereta pun berhenti, gerbong yang kami naiki adalah gerbong 4. Terlihat disana, penumpang di gerbong terasa sesak dan penuh akan keramaian. Walaupun keadaan demikian, aku tetap bahagia karena masih bisa berbarengan dengan teman-teman. Tempat duduk kami adalah; 18 a. b. dan c, 19 B, 20 a, b, dan c. Aku mendapat nomer kursi yatiu 20 C dimana aku duduk dengan masfur dan siu. Perasaan penuh bahagia dan bercampur keringat karena terasa sangat gerah di saat itu akibat kami menaruh barang dahulu dan sangat sesak.  

Terlihat pada dinding Kereta Matarmaja bertuliskan untuk menuju kota malang yaitu:
Poncol-solojebres-madiun-nganjuk-kertasono-kediri-tulungagung-blitar-malang

Tak lama kemudian, akhirnya kami pun duduk di tempat masing-masing. Perjalanan menuju kota malang sekitar 8 jam. Selama di kereta hingga akhir, banya mengisi waktu dengan mengobrol, tidur, melihat pemandangan meskipun gelap di saat itu. Untuk mengisi waktu, aku bersama siu dan masfur mengobrol, bersenda gurau. Jujur saja, aku baru sedekat ini dengan mereka. Ya jujur saja, dahulu aku sangat dekat sahabatku, Amel. Tapi aku sadar semua itu berubah, ketika aku menemukan sahabat-sahabat baru selama perjalanan ke Malang. 

Waktu terus berjalan, aku pun mulai menguap-uap bertanda mata harus di pejamkan agar besok saat perjalanan aku kembali fit. Waktu terus bergulir hingga fajar, saat aku terbangun secara tak sengaja aku melihat pemandangan begitu indah. Suasana di pagi itu, terasa dingin. Sawah terbentang sangat luas yang latar belakang di sawah itu adalah sebuah gunung yang tinggi. Aku pun membangunkan siu dan masfur yang saat itu masih terlelap tidur. Pemandangan menuju kota Malang pun begitu indah.

Tiba di kota malang menunjukkan pukul 08.10 menit ku lihat pada jam tangan yang berada di sebelah kiri. “Malang, I’m coming” ucapkanku dalam hati. Aku sangat senang begitu langkah kakiku menapak di stasiun kota baru malang. Sesampainya, di stasiun kota malang. Bergegas kami menuju pintu keluar, disana terlihat banyak pengantar ataupun orang yang akan menaiki kereta dengan tujuan masing-masing. Kemudian, kami menunggu di ruang tunggu untuk menunggu kakak sepupunya ifa karena dialah yang akan megantar kami ke tempat penginapan. Kakak sepupu ifapun datang dnegan gaya tomboynya, bisa dikatakan seperti preman perempuan, hahaha… Tak terasa, kami pun semua menaiki angkutan berwarna biru menuju terminal landungsari. Terminal tersebut untuk meneruskan ke kota batu, malang. Harga angkutan disana, jauh atau dekatnya terhitung sama berkisar Rp 2500,00. Perjalananpun dilanjutkan dengan menaiki angkutan berlambang AML (yang intinya itu ada tujuan ke terminal landungsari). Sepanjang perjalanan menuju kota batu, kami melihat sekitar kanan-kiri jalan yang di dominasi dengan plat polisi berlabel N. Banyak sekali yang dapat kami lihat, mulai dari tugu kota malang, malang town square itu layaknya seperti crowne plaza(semarang). SMPN, SMK,dan SMA Negeri di kota malang tersebut terlihat seperti bangunan tua yang benar-benar kebudayaan kota malang, Perpustakaan umum, universitas. Oh ya, disana itu kebanyakan universitas islam yang namannya pun macam-macam. Jika, dibandingkan dengan universitas islam di semarang perbandingannya sangat jauh sekali mulai dari bangunan, tempatnya juga. Perjalanan menuju kota batu memakan waktu 1 jam. 

Akhirnya, setelah selama 1 jam berada di angkot, kami turun di depan toko triyadin. Toko tersebut di lengkapi dengan barang-barang konsumsi. Satu peresatu dari kami turun dengan membawakan barang-barang. Mbak lia, sebut saja dia adalah saudara sepupu ifa sudah menuggu di depan toko triyadin. Setelah turun semua, kami pun bergegas untuk menuju penginapan. Penginapan sangat jauh, jalannya juga belok-belok harus hapal jalan intinya biar ga kesesat. Alhasil, mbak lia mengantar kami satu persatu ada yang berdua juga di bonceng. Ronde 1 Ifa dan norma, ronde ke-2 siu dan dearesty, ronde ke-3 gue dan masfur dan ronde terkahir puspa. Saat ronde 1 sampai di penginapan, norma menelpon puspa untuk memberi tahu kalau penginapan tersebut sebuah rumah serta id lengkapi semua fasilitas juga ada. Setlah semua sudah tiba dirumah, kami benar-benar tidak menyangka ternyata penginapan tersebut memang sangat enak, nyaman, bersih, lebar, dan cocok untuk kami pada saat itu. Rumah tersebut di lengkapi 2 kamar, 1 kamar mandi, 1 ruang dapur, 1 ruang makan, ruang tengah yang lumayan luas. Rumah tersebut merupakan penginapan yang sangat enak untuk keluarga. 

7 anak traveller sudah tiba semua di rumah penginapan. Rumah penginapan itu terletak di kota Batu. Rumah tersebut sangat nyaman untuk merasakan rasa tenang., be continuoe!











1 komentar: