Senin, 30 September 2013

Just write!

Hutan belantara mungkin aku tak mampu melewatinya
Tetapi aku yakin ada satu cahaya yg tetap menyinari dikala gelap
Terselip rindu yang menelusuri ruang tanpa asa
Lambat laun suara angin terus terdengar sayup

Aku tak perduli siapa kamu, yang kutau kamu yang aku kagumi
Tiap malam aku menulis namamu yg nyatanya aku tak tahu
Andai saja, aku bisa sampaikan padamu tentang sebuah rasa ini
tapi apa daya, tuk mengungkapkan pun aku malu

Tiap kesenjangan yang ada, aku melihatmu dari kejauhan
aku menaruh semua rasa yang tiada ujung
Meski Fajar menyongsong bumi aku masih mengagumi hingga terselimut dingin
Biarkan perasaan itu kini  ku simpan hingga waktu yg akan datang

By, penulis abstrak Meiza hayyu putri

0 komentar:

Posting Komentar