kerap kali, aku menunggumu sabar
tak ada cacian atau makian
tapi lihatlah, sesukamu menyakiti
aku semakin lelah
patutkah aku melangkah pergi?
mungkin kamu akan bahagia..
Minggu, 27 September 2015
nulis aja
Posted on 05.42 by penulisabstraak
| No comments
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar