Rasanya gua menulis lama, jadinya hambar.. ya meskipun, beberapa tulisan yang sudah gua muat belum dapet jawaban pengumuman pemenangnya :D
So, buat gua ini ga akan sedih karena mungkin belum lucky ya. Adanya dukungan menulis dari Doi membuat gua tambah lebih semangat, disamping bakat Doi di bidang musik dan gua dibidang menulis hehe..
Pengalaman..ya pengalaman sudah gua lalui beberapa hari lalu, dimulai hari pertama, hari minggu tepatnya tanggal 21 juli 2013. Pengalamannya itu gua berencana berangkat menuju jepara pada siang hari sama Doi, tapi berhubung ada beberapa kendala akhirnya gue berangkat bareng pejuang-pejuang yang nantinya akan bermukim di kota ukir.
Nih gua kenalin siapa saja pejuangnya, yaitu:1. Gultom
2. Andy, kebagusan dipanggil sebutan nama itu dan akhirnya memilih dengan sebutan munchon
3. amel
Nah, reader mereka ini adalah teman-temen terdekat gua loh, hehe. L Next..kami berangkat dari semarang sekitar jam 17.00. Oh ya, di hari itu gua merasa egois dan makasih banget buat Doi udah banyak bantu dari pagi hingga sore hari gua berangkat ke kota yang akan ku tuju. Aku tau, doi tampak lelah tapi semua itu dia tak tunjukkan. Mungkin disaat itu, sikap ku tak ku tunjukkan dewasa, malah dia yang berselimut dengan tegarnya. Makasihmakasih dan maaf untuk waktunya loh, jangan kapok ya hehe.
Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 malam kami tiba di BBPBAP (Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau), berarti memakan waktu sekttar 3 jam kurang lebih yang sebenarnya biasa cuma 2 jam. Ini berhubung kami sempat berhenti sejenak untuk buka puasa dan makan nasi uduk yang ada di sekitar daerah "welehan". Lo tau apa reader, mungkin kelihatan kami ini perantau, jadi harga nasi uduk dan ayam 15.000, tanpa minum loh itu. Sempet kaget dan ngomong dalam hati, apa ga terlalu mahal? Ya sudahlah, lain kali kami harus bisa memilih tempat yang pas bener-bener untuk mahasiswa :D.
Waktu bergulir dengan cepat tak terasa sang Fajar telah menyongsongkan, hari pertama ini adalah Apel dan Pengenalan Alat di lapangan. Nah, sebelum masuk cerita, dikota ukir ini gua melakukan kerja praktek. Kota ukir yang ku maksud adalah Kota Jepara (Bumi Ibu Kartini). Hari ini aku mengenal teman-teman baru ada yang dari medan, Flores dan ada yang dari satu universitas hehe.. Temen-temen baru yang gua kenal itu ditempat yang gua pilih (di pembenihan ikan bandeng) ada bang rasyid asal papua, bang evan kuliah di medan, eli dr jakarta, dian asal medan, suzi dan rusman asal flores. Mereka ini temen-temen baruku dimana aku mulai mengenal belajar untuk menyaring rotifer, kasih pakan untuk induk ikan dan nener, sampai pada pencucian Bak hehe.. Seruseru jadi pengalaman banget. Oh ya untuk para teknis dilapangan itu ada pak syahlan, pak toni, pak jumono, dan lain-lain yang ga bisa gua sebutin satu persatu. Mereka udah terbiasa banget berada dalam lingkungan ikan-ikan Bandeng.Untuk yang paling expert yaitu ibu Lisa, dia adalah ibu kami ketika berada dilapangan. Tak hanya itu sempat dihari ketiga kalo tidak salah, aku, suzi, dian dan elly diajak sharing-sharing bagaimana pengalaman dan ada yang kurang jelas ketika berada dilapangan. Ya, sempat berfikir aku agak lama tentang pertanyaan tapi sudah dijelaskan oleh Beliau.
Tak terasa waktu berganti dan berlalu dengan cepat di sore hari rabu, aku jalan-jalan ke pantai kartini lewat pintu doraemon bersama ely, dian, ayu dan temen-temen perikanan lainnya yang sudah ku kenal. Oh ya di hari rabu pagi, aku kedatangan temen dari satu jurusan juga yaitu ayu hanitya. Dia mengikuti kerja praktek juga di BBPBAP. Tambah teman di kamarku ini jadi bertiga, kamar itu difasilitasi kamar mandi, lemari dan jemuran kecil. Oh ya guys, kamar itu dibayar permalam oleh masing-masing anak sebesar Rp 10.000. Seru, banyak cerita yang ku dapat dari pengalaman ini. Oh ya, di sore hari rabu yang cerah, setelah aku ikut memberi pakan sama temen-temen di lapangan, aku diajak ayu jalan-jalan ke daerah alun-alun, terus buka puasa di daerah deket pasar, aku lupa namanya. Ditempat itu banyak jajanan tradisional yang kulihat dengan harga yang tidak terlalu mahal. Aku dan ayu sama-sama mencicipi es rumput laut dengan harga Rp 4.000,00. Segar dan rasa dahaga selama seharian kami berada diluar sejak pagi hingga petang terbayar sudah dengan es rumput laut hehe..
Okay, begittu saja dulu ya reader..ceritaku dikota Jepara. Masih banyak lagi pengalaman yang nantinya akan ku dapat..Maaf jika ada kekurangan atau kelebihan dalam penulisan ini, :D
Ada foto-foto yang gua dapet selama di lapangan dan jalan-jalan di Jepara, kalo mau lihat di facebook gua aja ya namanya meiza hayyu putri, kalo perlu dicomment aja :D
By Penulis Abstrak :
Meiza Hayyu Putri, Mahasiswa S1 Biologi Universitas Diponegoro Semarang.Angkatan 2011.







0 komentar:
Posting Komentar