Selasa, 02 Juli 2013

ichtyology

Resume mengenai Aplikasi Keramba Jaring Apung dalam Budidaya Ikan.
Kegiatan budidaya merupakan kegiatan perikanan yang bersifat dapat memilih tempat yang sesuai dan memilih metode yang tepat serta komoditas yang diperlukan, sehingga dengan sifatnya yang luwes ini maka pendistribusian produk dapat disesuaikan dengan permintaan yang ada ataupun pemanfaatannya. Kegiatan budidaya laut makin mendapatkan perhatian karena dari kegiatan penangkapan tidak lagi dapat diandalkan untuk memenuhi permintaan pasar yang membutuhkan pasok semakin besar dan menginginkan standar kualitas yang lebih pasti. Budidaya ikan bandeng telah lama dikenal oleh petani dan seat ini telah berkembang di hampir seluruh wilayah perairan Indonesia, utamanya di daerah Sulawesi Selatan dengan memanfaatkan perairan payau dan pasang surut.
Cara Aplikasi
      Teknik Budidaya
Budidaya ikan di Keramba Jaring Apung (KJA) yang harus pertama kali diperhatikan adalah debit air dan arus air pada sungai tersebut, pemilihan tempat untuk Keramba Jaring Apung (KJA) harus memilih tempat yang susah untuk mengalami kekeringan air. Peletakan Keramba Jaring Apung (KJA) didaerah yang berarus kecil dan dalam dengan kedalaman ideal untuk Keramba Jaring Apung (KJA) adalah 60-70 cm. Apabila Keramba Jaring Apung  sudah dibuat maka dilakukan teknik budidaya yang  meliputi :
1.       Penebaran benih ikan nila gift kedalam wadah budidaya
2.        Pemberian pakan.
3.       Pengendalian hama dan penyakit ikan
Aplikasi Polikultur
Budidaya polikultur merupakan sistem budidaya yang menggabungkan berbagai jenis komoditas dalam satu perairan (tambak, kolam, atau keramba jaring apung). Seiring perkembangannya, polikultur yang populer adalah kombinasi 3 komoditas, yaitu rumput laut Gracilaria sp., ikan bandeng, dan udang windu. Polikultur 3 komoditas ini banyak diminati pembudidaya karena didorong permintaan rumput laut yang terus meningkat, meski harganya berfluktuasi.
Adapun aplikasinya, tidak semua tambak berpotensi dan bisa dilakukan budidaya model polikultur. Ada tambak yang hanya cocok untuk monokultur secara intensif dan ada tambak yang cocok untuk polikultur. Potensi dan kecocokan itu salah satunya ditentukan oleh kedalaman tambak. Tambak dengan kedalaman 30 – 40 cm, lebih cocok dikembangkan ikan bandeng. Lalu kedalaman 40 – 60 cm cocok untuk budidaya udang. Dan 60 cm ke atas cocok untuk budidaya model polikultur. Selain tingkat kedalaman, juga ditentukan oleh faktor pasang surut air laut. Proses persiapan sebelum tebar, polikultur tidak perlu dilakukan pengeringan dan tidak menggunakan bahan-bahan kimia karena akan berdampak pada pertumbuhan rumput laut. Penebaran tidak dilakukan bersamaan. Pertama ditebar adalah bibit rumput laut, lalu ikan bandeng, dan terakhir udang windu. Ukuran benih ikan bandeng dan udang windu serta harganya berbeda-beda antar pembudidaya.
Kelebihan
Budidaya ikan bandeng tidak hanya berkembang di air payau saja namun saat ini juga sedang berkembang di air tawar maupun laut dengan sistem Keramba Jaring Apung (KJA). Ikan bandeng sebagai komoditas budidaya mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan komoditas budidaya lainnya dalam hal :
  1. Teknologi perbenihannya telah dikuasai dengan baik sehingga pasok benih tidak lagi tergantung pada musim dan benih dari alam.
  2. Teknologi budidayanya baik di tambak maupun dalam KJA telah dikuasai dengan baik, secara teknis mudah diaplikasikan dan secara ekonomis menguntungkan.
  3. Mampu mentolerir perubahan salinitas mulai dari 0-158 ppt sehingga areal budidayanya cukup luas mulai dari perairan tawar hingga ke perairan laut.
  4. Mampu hidup dalam kondisi yang padat di keramba jaring apung (100-300 ekor/m3).
  5. Pertumbuhannya cepat (1,6%/hari).
Polikultur
Keuntungan polikultur tidak setinggi budidaya monokultur yang intensif, tapi polikultur memberikan rasa keamanan bagi pembudidaya. Selain itu, aplikasi, pemeliharaan, dan panen pun tergolong mudah. Sebagai gambaran hasil panen, dari tambak seluas 2,5 hektar di Karawang, rumput laut kering bisa dipanen sebanyak 2 – 3 ton per bulan. Ikan bandeng bisa dipanen sebanyak 5 – 7 kuintal
Kekurangan
Walaupun usaha budidaya bandeng dalam keramba jaring apung telah banyak dilakukan oleh masyarakat, namun masih terbentur pads beberapa kekuranagn terhadap permasalahan jaring apung diantaranya:

  1. Harga pakan yang relatif masih mahal, sehingga masih diperlukan pengkajian lanjutan yang lebih intensif khususnya bagaimana memanfaatkan bahan baku lokal yang tersedia dalarn jumlah yang memadai sebagai bahan pakan guna menekan biaya pakan yang diperkirakan dapat mencapai 70% dan biaya operasional
  2. Pemenuhan benih yang bermutu, tepat waktu, jumlah, ukuran, harga, dan tempat belum terpenuhi akibat panti-panti benih tidak terdistribusi secara merata
  3. Penataan ruang untuk budidaya laut belum dikelola secara baik dengan mengacu pada hasil kapan ilmiah yang kokoh dan profesional

0 komentar:

Posting Komentar