Jumat, 22 November 2013

Biasan mimpi

mata itu sesekali terpejam tetapi masih diatas kesadaran yang tak terlihat oleh suasana gelap.
Aku membayangkan rasa bahagia itu hadir, saat diujung senja.
menutupi segala kerisauan yang dibalas dengan senyuman redup
Dikala menjelang malam, aku menanti seakan-akan ada yang tiba..

2 malam, telah terlalui meski ada sebuah protokol tapi tak berlangsung
Terbelalak mataku dimana menyoroti pada biasan lampu yang terang
aku menoreh pada satu titik dimana disitu hadir seseorang yang datang
Nyatanya, titik itu hanyalah sebuah bayangan semu yang hilang

Aku mencari celah-celah jalan yang belum ku temui
ku susuri lebih lama lagi agar mendapatkan celah meski keadaan lunglai
Adakah kesempatan untukku agar aku bisa menendangi semua langkahku?
Pikirku tidak, kesempatan bagi untuk keluarga itu tak ada bagiku
Aku sadar, aku dicari ketika merasa dirugikan
Apakah aku hanyalah sebagai simbosis?
ya simbiosis komensalime..

Sesaat aku merasakan sebuah rasa yang seharusnya tak boleh kurasakan
aku melihat gegambaran orang yang amat beruntung
sudahlah, aku hanya usang bagu keluarga itu..
Aku maju atau bertahan, toh tak da yg peduli





0 komentar:

Posting Komentar