Minggu, 15 Desember 2013

marah, isak tangis!

 
Kini terasa amat jauh..
aku memandangmu bukan kamu yg dulu.
aku melangkah demi mencari sebuah kebenaran.
Aku ingin kamu menghargaiku, mengerti aku.
jangan aku biarkan aku lelah menghadapimu.
Mungkin saat ini kau belum merasakannya, atau mungkin kau acuhkan.

Aku menunggu kabarmu, aku mencarimu
tapi apa yg kudapat? Hasilnya pun tak ada.
ku menerima sebuah keingkaran janji  yang kau lakukan untukku
pernahkah ku lukai hatimu?

Sepertinya hanya benang palsu yang kau ciptakan untukku
lihatlah aku, tataplah aku.
Terus saja kau ingkari semua janji palsu hingga aku tak perduli keadaan itu
Tapi apa, aku  tak bisa hingga mampu bertahan aku sanggupi untuk kita
aku ingin mengerti, itu saja cukup bagiku.

Pipi tlah kubasahi dengan isak tangis yang harusnya kau tanyakan,
"Ada apa denganmu?"
Tapi apa pertanyaan itu tak ada, hanya pertanyaan semu
hanya 1 kata pun aku mengangguk dengan manja jika kau ucapkan.
I kata itu terlontar dari ucapanmu "Sayang"... Aku belajar darimu..
aku menunggumu, aku menantimu..
Jangan biarkan kesabaran itu lalap dengan sebuah tangisan yang tak mampu ku arungi.

By: Penulis Abtrak.

0 komentar:

Posting Komentar