Minggu, 29 Desember 2013

that moment, yeaaay

Kisahku di Surabaya

waktu demi waktu kita berpisah sejenak.
Tetapi perpisahan itu bersifat sementara.
Hal sementara yg membuat menjadi sebuah keluarga
aku merasakan yg amat dekat

Tiap waktu.. aku menduga apakah aku pantas dekat dengan kalian?
pikirku, iya pantas. Tapi aku tak tahu bagaimana dengan mereka..
aku terkadang merasa, adakah keganjilan bagi mereka?
Entahlah, tapi kuanggap ini adalah keluarga baru.

Kini aku merasakan adanya kebahagiaan baru pada tempat dimana kita pernah merasakan bersenda gurau bersama, waktu santai dan hal lainnya hingga kita dapat mengingat masa yang pernah datang untuk kita.
Tak khayal bagiku, sebuah pertemanan dapat terjalin dengan baik kita salah satu diantara kita dapat mengikat dan membentuknya hingga sebuah keluarga baru. 

Aku menggambarnya lagi ketika berada ditempat baru, tepatnya di Surabaya. Aku disana menemui banyak teman dari luar daerah. Aku ditempatkan di sebuah villa, sebut saja karantina. Disana aku belajar untuk menulis, cara mengedit, medengarkan hingga stimulasi dari beberapa materi yang diberikan. Bangga deh ktika sebuah karya sendiri telah terbit dan dapat dipasarkan. Tidak hanya itu, tulisan dapat bermanfaat bagi orang lain dan tentunya ilmu yang diberikan dapat tersampaikan pula. Seharusnya begitu hukan, untuk menata hidup? Bukan hanya memikirkan kegoisan semata?! Patutnya! Tapi apa, semua orang yang ke kenal, disayang, diperlakukan semata-mata keikhlasan tak membalasnya dengan apa yang tlah diberikan. 
Apakah itu sebuah simbosis? yang Simbiosis komensalisme yang dilukiskan pada tatanan bahasa Biologis.
Aku tak perduli siapa dia dan diriku, yang awalnya aku malas mengenalnya..

Selama dikarantina ditempatkan di aula yang di hadapkan dengan barisan pepohonan yang sangat rindang, tepat di balik jendela kamar. Sekamar dengan 4 para penulis lainnya termasuk Aku. Tidak hanya itu, ada seeorang laki-laki yang berkenalan padaku, namanya fajar. Pikirku sih biasa aja, tapi lama kelamaan bikin kesel. Sepanjang materi berlangsung dialah yang mencoba menempati dan berada di antara kamu berempat. Agak canggung sih, tapi ya wataknya begitu kalinya. Si fajar sekarang udh kuliah semseter 3 di Fakultas sastra di Universitas yang ada di  Jakarta. Ups, jangan sebut bakalan dibaca layak penulis lainnya.. hehe.. Fajar diakhir acara di hari itu meminta nomer ponselku, padahal tuh ya udh ada di lembaran catatan yang telah diberkan oleh panitia. Mr.rempong kita bertemu saja lain kali. semoga novel dan karya lainnya dapat diselesaikan dengan cepat. Terimakasih Panitia, teman sekamar dan kelompok (Andin, Ifa, dan dera). Terimakasih satu hari dlm memberikan moment yang membahagiakan dan bermanfaat.. :)

By: Penulis abstrak.. MHP

0 komentar:

Posting Komentar