“Berfikir
sebab dahulu, barulah akibatnya”. Terfikir kembali akan nasib generasi yang akan
mendatang, seluruh kekayaan alam akan habis. Hal ini dikarenakan tidak ada daya
tarik simpati masyarakat terhadap lingkungan sendiri, khususnya lahan hutan
yang terus digunduli tanpa menanam kembali. Adapun yang diketahui fungsi hutan
kini hanya menjadi patokan untuk tolak ukur yang pada dasarnya Bumi yang ditempati
memiliki kaya akan populasi yang melimpah tanpa diketahui secara jelas dan
mengacu dari adanya kegunaan fungsi hutan. Populasi hutan berfungsi salah
satunya yaitu sebagai sumber kekayaan alam yang mendukung kesejahteraan
manusia. Tetapi, lihatlah dan bayangkan kini rasa simpati yang seharusnya
setiap manusia punya kini hanya berupa keegoisan semata-mata untuk mencari
keuntungan tanpa memikirkan nasib berkelanjutan bagi generasi bagi anak cucu di
masa yang akan terus berubah dalam era modern. Jika diingat kembali, dulu
sekitar tahun 90an, hutan masih mendominasi di kepulauan Sumatra, Kalimanatan,
Sulawesi dan Jawa, begitupun kehidupan hewan yang tinggal didalamnya ikut membantu
dalam pelestarian alam. Tetapi apa sekarang? komunitas populasi hutan saat ini mungkin
hanya sekitar tinggal 45% jika digambarkan. Hal lain dalam kondisi hutan yang
menipis berpengaruh terhadap kesuburan tanah yang mempunyai banyak
kandungan hara tetapi kini menjadi sangat rendah keberlanjutannya karena tidak
terjamin. Akhirnya kualitas tanah terus menurun untuk dapat menunjang
kehidupan, melestarikan keanekaragaman hayati atau pun mengembangkan
perekonomian. Seiring
terjadinya ribuan hutan ditebang habis, diubah menjadi lahan pertanian atau
perkebunan. Jika dilihat kembali manusia seharusnya sadar lahan pertanian atau
perkebunan dari penebangan hutan tersebut tidak memberikan dampak positif
melainkan negatif untuk interaksi ekosistem hutan. Adapun contoh dari system
deforestasi yaitu pembuatan produk minyak sawit, pengambilan pohon kayu untuk
dijadikan pembuatan kertas itu semata-mata karena keegosian, seharusnya untuk
pembukaan lahan seperti kelapa sawit dapat dilakukan tanpa menganggu ekosistem
didalamnya begitupula dengan penggundulan hutan. Pembabakan dan kerusakan hutan
yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dampaknya akan terjadi
penurunan keanekaragaman hayati / keadaan ekosistem diddalamnya baik itu
tingkat spesies. Maka dari iru, Ayo Teman-teman, Saudara, khususnya Para Pemuda
Bangsa “Jaga, hijaukan, lestarikan alam kita dan sama-sama mari mendukung
Kegiatan Protect Paradise”. Adapun sumber yang terkait mengenai pohon yang
seharusnya tumbuh untuk melindungi kelestarian alam yaitu http://www.greenpeace.org/seasia/id/blog/pentingnya-sebuah
pohon/blog/47925/ menyebutkan bahwa yang terpenting,
pohon-pohon tua juga lebih berharga bagi keanekaragaman hayati dibandingkan
pohon-pohon muda karena mereka membantu lebih banyak spesies. Contohnya, rongga
pohon dan dahan menjadi habitat bagi burung untuk bersarang. Ayo, kita sama-sama
dukung #protectparadise for #save our forest
Meiza Hayyu Putri







0 komentar:
Posting Komentar