sebenarnya jika dikatakan iri ya memang benar. Saat aku menderita, aku merasakan kesepian yang benar2 terkubur menghantui. Tiada kawan ataupun teman, mungkin lawan ada yg lagi bersenang-sennag menikmati kebahagiaan. Diluar sana, suasana makin mengada-ngada, terkadang terang hingga kulit menjadi terbakar atau dalam sekejap menjadi gelap hingga hujan deras pun datang atau berlalu dengan cepat. Sama sepeti hati yang terus mengada-ngada,dan mencari kebenaran apakah ini akan berakhis sama saja dengan sebelumnya atau berakhir suka dan riang untuk menjadi satu keluarga???. Oooh, aku berfikir, aku terlalu berlebihan untuk memikirkannya, tapi au ingin dialah kini yang terakhir bagiku. Setiap waktu, aku menanti kabarnya. Ingat dulu, saat aku dan dia belum berkomitmen untuk membuat awal kehidupan baru, tepatnya 28 MEI 2013 dia mengajakku untuk berbagi dalam membina hubungan kasih sayang. Entahlah bagiku, ini hanyalah kiasan belaka atau benar2 yakin dlm dirinya. Aku mengikuti alur permainannya, aku berharap ini bukan permainan seperti "bola basket"...
Hay, tak hanya itu.. sosok kini yang kukenal ternyata mampu membuat wanita lain didekatnya merasa nyaman. Sebenarnya, aku cemburu setiap kali ada yang mendekatinya dengan cukup sedikit mesra. Tapi,apa yang kulihat dia sama seklai tak menyadarinya. Aku menangis di belakangnya, malu tuk mengungkapkan. Setiap rasa cemburu itu hadir, pasti aku pura-pura tidak perduli atau membiarkan begitu saja. Setiap waktu, aku sellau bercerita lewat tulisan yang membuat tangis itu hilang seketika. Aku menyadari untuk apa kutangisi, sedangkan dia saja tak memerdulikannya. Aku mencari langkah lain yaitu dengan cara mendiamkannya. Ini adalah jurus terjitu katanya, tetapi setelah kucoba hasilnya minus kawan. Kenapa? "karena dia tak menyukai arti dari kediaman, tapi apa yg harus kulakukan? aku bingung,kehabisan akal. Aku malu mengungkapkan dan aku tak ingin dia berfikir aku terlalu cemburu padanya. Aku pun tak ingin terlihat agresif didepannya, aku ga mau". Tuhan rasanya, aku udah ga mampu lagi menjalaninnya. Aku lelah akan hal ini, aku ingin berhenti. DIsaat keinnginan tuk berhenti, ku mengingat lagi kenanangan masa dulu. Sungguh begitu indah, inikah yang disebut dengan "kekonyolan cinta", ya manis diawal, ditengah2 masa suka dan suram dan di akhir masa sedih atau bahagia tergantung yang menjalaninya.
Adanya teman, tapi apa? aku hanya dimanfaatkan. Aku sedih, senang mereka tak ada. Aku rindu akan kebahagiaan. Tak hanya itu, aku tlah kehilangan Ayah yang sangat kukagumi. dia begitu hebat dan tak pernah lelah mencari penghasilan demi anak-anaknya. Aku rindu padamu,Ayah. Aku sedih disaat Ibu kadang memarahiku, aku rindu pelukan ayah. Aku rindu suaramu, aku rindu saat kau memanggilku "ayu". Suara itu begitu merdu, tetapi kadang aku tak memerdulikannya karena engkau terlalu sibuk dengan kerjaanmu. Tapi aku tau ayah, semua usahamu untuk anak-anak begitu besar. Aku merindukanmu Ayah, aku ingin memelukmu begitu erat. AYAH...saat ini aku talh dewasa hingga pengorbanan hidup harus diperjuangkan. Aku ingin benar-benar membahagiakanmu, meski ayah tak lagi disampingku. Tapi aku tau, ayah melihatnya. Maafkan aku Ayah, selalu membuatmu kecewa... AKu janji ayah, kan kujaga Ibu dan membahagiakan Dia dan Engkau, orang tua yang kukagumi. Ayaaaaaah... :')







0 komentar:
Posting Komentar