Selasa, 11 Juni 2013

ARTIKEL LINGKUNGAN HIDUP, KMPL UNDIP

Aku Cinta Lingkungan, KMPL :D
Selamat hari tembakau!
Hari tembakau tepat pada tanggal 31 mei, dimana biasanya ditanggal tersebut hari tanpa merokok. Merokok?? Merokok disebabkan adanya beberapa hal, yang diantaranya rasa ingin mencoba, yang katanya bisa hilangin stress, atau Cuma untuk main-main saja. Tetapi, bagimana kalo sudah menjadi pecandu? Susah pastinya untuk dihilangkan dari kebiasaan merokok. Andaikan saja orang yang menjadi kebiasaan merokok berarti tidak sadar beresiko terhadap tubuh dan lingkungan disekitarnya.
Adapun yang melatarbelakangi dari permasalahan rokok yaitu semakin meningkatnya perokok di usia remaja yang berdampak negative bagi kesehatan remaja. Merokok merupakan kegiatan yang masih banyak dilakukan oleh banyak orang, walaupun sering ditulis di surat-surat kabar, majalah dan media masa lain yang menyatakan bahayanya merokok. Di tempat-tempat yang telah diberi tanda “dilarang merokok” sebagian orang ada yang masih terus merokok tanpa henti. Asap rokok yang dihirup oleh perokok pasif bila berada dekat dengan orag yang sedang merokok dampaknya lebih parah.
Merokok adalah hak asasi bagi setiap indivu . Tidak ada yang melarang seseorang untuk merokok apa tidak, namun menurut pandangan saya , merokok di tempat umum ialah sama halnya dengan tindakan egois . Mengapa dikatakan sebagai tindakan egois , karena efek yang ditimbulkan dari asap rokok itu sendiri merampas hak individu lainnya yang ingin menghirup udara segar . Perokok tidak memikirkan orang yang di sekitarnya apakah ia terkena dampaknya atau tidak , bagaimana apabila orang di sekitarnya memliki gangguan kesehatan seperti asma (gangguan pernapasan) .  Tidak ada peraturan juga yang melanggar mahasiswa untuk merokok , tetapi sebagai mahasiswa yang memiliki paradigma dari publik sebagai kaum intelektual semestinya harus bisa membedakan tempat dimana seharusnya ia boleh merokok apa tidak .
Lingkungan Universitas atau kampus dimana sebagai tempat belajar bagi Mahasiswa, Adapun cara untuk menciptakan kampus bebas asap rokok, ada beberapa hal yang bisa dilakukan diantaranya seperti  mengajak mahasiswa terutama yang tidak merokok untuk menjadi ujung tombak dalam mengingatkan dan mengkampanyekan kampus antirokok . Bentuk kampanye anti-rokok di dalam kampus bisa dilakukan dengan cara membuat himbauan-himbauan kecil agar tidak merokok di lingkungan kampus , jangan melibatkan atau mengikutsertakan produsen rokok sebagai sponsor dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa di kampus .
Adapun dilihat dari lingkupan birokrasi atau orang tertinggi di kampus membutuhkan butuh nyata keteladanan dari pejabat kampus. Harus diakui bahwa budaya merokok dilingkungan kampus tidak hanya melibatkan mahasiswa tetapi juga dilakukan oleh kebanyakan pejabat kampus. Oleh sebab itulah, untuk menciptakan kampus bebas rokok maka pejabat kampus perlu menjadi teladan untuk tidak merokok. Dengan memulai dari hal-hal di atas diharapkan akan membuat kampus bebas dari asap rokok, dan menjadi tempat nyaman untuk belajar dan berorganisasi. Sangat nyaman apabila membayangkan kampus kita sendiri yang merupakan lingkungan kegiatan keseharian kita terbebas dari asap rokok.
Jika dilihat dari segi pemerintahan, pemerintah memperoleh pajak pemasukan rokok yang tidak sedikit jumlahnya, dan mampu banyak menyerap tenaga kerja. Jika pabrik rokok ditutup harus mencarikan pemasukan dana dari sumber lain dan mengalihkan para pekerja pabrik rokok yang tidak sedikit jumlahnya (sulit pemecahannya). Di pihak perokok sendiri, mereka merasakan nikmatnya begitu nyata, sampai dirasa memberikan rasa kesegaran dan kepuasan tersendiri sehingga setiap harinya harus menyisihkan uang untuk merokok. Kelompok lain, khususnya remaja pria, mereka menganggap bahwa merokok adalah merupakan ciri kejantanan yang membanggakan, sehingga mereka yang tidak merokok malah justru diejek.

Ayoo..hentikan merokok demi kesehatan tubuh dan lingkungan disekitarmu. Rokok itu berbahaya, lihat lagi kondisi tubunmu jika semakin banyak menghisap rokok! Lebih baik menabung untuk masa depan daripada membeli sebatang rokok!

0 komentar:

Posting Komentar