Teman..
Sebuah kesalahan pun terjadi diantara kami, tak ada maksud untuk ku lukai dan membuatmu kecewa teman. Tepat tanggal 16 juni 2013, dimana malam itu adalah puncaknya Dia kecewa akan tanggung jawabku. Hay, sebut saja Dia "Puri", Dia ini sangat tanggung jawab akan tugasnya. Aku telah buat dia Kecewa, dimana saat itu setelah hari meeting sudah dibicarakan jika jadwal pengumpulan setelah hari itu. Jujur saja, aku telah menyelesaikan tugasku melalui lembaran kertas. Kertas itu berisi keterangan jelas akan jurusan yang aku pilih. Aku sudah mencoba jelaskan akan tanggung jawabku, aku coba untuk memahaminya. Dia yang aku tau adalah orang yang respcet. Hay., teman aku rindu dimana kita pernah jalan-jalan dan bercengkrama serta saling menasehati antara Kamu dan Aku. Pernah aku lihat disuatu tempat sebuh saja tempat itu Sebuah kota kecil dan sangat nyaman untuk tinggal disana. Aku rindu dulu pernah ada candaan, masak, ngobrol hingga open room dimalam hari bersama temen-temen lainnya. Aku sudah mencoba menyapamu tapi tak ada balesan yang jelas, aku sudah mencoba meminta maaf tapi tak kau hiraukan. Maafkan aku, teman
Malam kian berlarut, dimana hari ini tepat 3 hari kau diami aku. Jujur saja, tadi pagi kita bertemu tapi kau tak memerdulikan akan teguranku. Aku rindu dimasa-masa kamu bercerita hingga nonton runningman bareng. Begitupula pada temen-temenku yang lain sebut saja Ira, Nifa, dan Tika merea juga menjadi sosok yang kurang dekat denganku lagi. Maafkan aku teman, aku tak bermaksud untuk melukai perasaan kalian. AKu rindu dimana Kota itu menjadikan kita sebuah keluarga. Kenapa aku sebut keluarga? Karena disanalah kami merasa daya tarik yang kuat. Hay, Puri aku kangen akan nasihatmu. Andaikan kau tau, meskipun kau begitu kecewa padaku, maafkan kau dan ajaklah aku berbicara agar tak seperti ini. Haruskah aku menangis didepan kalian? Tapi menurutku itulah sebuah sikap kekanak-kanakan. Aku sadar, aku bukanlah anak kecil yang gampang merengek, meminta sesuatu yang tak mungkin, dan mengharapkan imbalan. Aku ingin sikap dewasa itu timbul dengan sendirinya. Ayolah, kita mulai pertemenan itu lagi hingga kita pisah disaat Tuhan memisahkan,. Aku anggap keluarga (7 orang) ini adalah sebuah keluarga akrab dimana mmepunyai rasa saling menjaga, menyayangi dan menghargai tentunya.
Beribu kata telah kuucapkan maaf, meskipun tak siratkan secara langsung dan kuucapkan lewat sebuah doa serta tangisan yang kurasakan malam ini. Hay, anak traveler, masih ingatkah kita dikota yang memilik kesejukkan rasa kekeluargaan? Maafkan atas sikapku yang membuat kalian menjauh dariku atau aku menjauh dari kalian yang sebenarya ini ku rindukan. Kecup rindu dari :
Penulis idealis : Meiza Hayyu Putri (24020111140071) , Mahasiswa Biologi UNDIP , Angkatan 2011.







0 komentar:
Posting Komentar