Kamis, 06 Juni 2013
Puisi tersirat
Posted on 08.59 by penulisabstraak
| No comments
Bak mentari fajar yang terus menyinari.
Diam dalam kalutpun datang disaat yang tak dinanti
Merasakan kemerdekaan yang besar dalam hati,
laksana kibasan tentram dalam ketenangan akan risau hati
Malam telah berlarur bertanda bulan kan menyinari
Tidak hanya itu, bintang-bintang dilangit pun menyinari sinarnya.
Lagu demi lagu telah kuputar berulang kali
Tersadar dalam lamunan kini kau tak ada.
Aku merindukanmu, wahai pujangga.
Hari ini kau hadirkan dengan kebahagiaan sekejap..
apa arti dari kedekatan ini, apakah aku hanya pelampiasan belaka?
Perasaan cinta pun muncul dalam hati yang gelap
Tak ada penerangan di malam ini yang sama seperti malam berlalu gelap nan rembulan
Tak biasanya kau bersikap angkuh terhadapku,
aku ingin menjauh dan menjaga jarak dalam kehidupanmu, apakah aku sanggup?
Aku mencoba berkali memhamimu, mengertimu tapi rasa pedulimu terhadapku sirna.
Sudahlah, aku mencoba bertahan dan memahamimu
ya mungkin kebohongan ada dikamu tanpa kutahui.
Peuulis idealis : Meiza hayyu putri / 24020111140071
Mahasiswa S1 Biologi/ Universitas Diponegoro, Semarang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar