Jumat, 31 Mei 2013

Fungi Time with Biro KMPL UNDIP 2013


25 Mei 2013... sekitar pukul 07.30 kepanitian acara, volunteer mahasiswa Biologi, serta keanggotan dari Biro KMPL ikut dalam acara Fungi Time. Fungi time yang telah disusun oleh panitia acara dengan diketuai oleh saudara "Aldi" angkatan 2012 telah berjalan sangat baik dan banyak manfaat yang didapat dari kegaiatan tersebut.

Fungi time? Yaitu adalah kegiatan pembudidayaan jamur. Tempat kejadian ini berlangsung di Kediaman serta perlakuan pembuatan jamur dirumah Keluarga Bapak Rudi Haryanto yang bertempat di Daerah Bawen. Sepanjang perjalanan, rombongan mahasiswa ini mengikuti jalur yang sangat ekstrem dimana banyak mobil, motor serta truk yang jalan searah yang tujuan akhirnya berbeda. Perjalanaan ini diketuai oleh Saudara Hadi "Biologi 2012". 

Pengalaman pribadi, selama perjalanan menuju TKP banyak yang terlihat pabrik, ruko serta sebuah pabrik yang bernama "Cimory= salah satu pabrik yang memproduksi susu, dapat memeras susu secara langsung, bisa juga membeli secara paketan berkisar harga Rp 80.000 said Masfuroh". Tidak hanya itu banyak yang dapat dilihat yaitu keadaan populasi persimpangan jalan juga memadati arus jalan. Perjalananpergi ketempat tujuan sekittar 1 jam. 

Tak terasa, setelah satu jam pun sampailah rombongan kamu di Kediaman Bapak Rudi pada pukul 09.05. Beberapa motor dan mobil kuning yang ditumpangi dari mahasiswa biologi ini di parkir dihalaman rumah.  Sampailah kami dirumah dan tempat proses pembuatan budidaya jamur. Saya beserta rombongan disambut baik oleh pihak rumah terutama Bapak Rudi dan dipersilahkan masuk kedalam rumah. Kediaman Bapak Rudi sederhana tetapi disana bagi Dia dan keluarga merupakan tempat teduh dan penuh kehangatan, kebahagiaan didalamnya. Terlihat dari selayang pandang figuran foto keluarga ditempat itu. Bapak Rudi memepunyai 2 orang anak dan 1 orang istri.

Sebelum masuk cerita Klimaksnya, saya perkenalkan terlebih dahulu ya siapa itu Bapak Rudi.. Bapak Rudi adalah salah satu orang yang membuat dan membudidayakan Jamur dalam 2 golongan.  Golongan 2 jamur ini adalah jamur kuping dan jamur tiram. Bapak Rudi merupakan salah satu contoh orang yang ingin berwirausaha dalam proses pembudidayaan jamur ini. Pengembangan dari budidaya jamur dirintis dari tahun 2005. Sebelumnya, dalam isi wawancara tersebut Bapak Rudi dulunya bekerja di salah satu PT Kayu yang berada di Ungaran, Semarang. 

Lanjut saja ke proses pembudidayaan jamur :

-Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan jamur adalah
  1. Gajen
  2. Bekatul (sisa pengulingan gabah)
  3. Kapur bangunan
  4. Air
Berdasarkan komposisi yang dikatakan oleh Bapaka Rudi yaitu:
  1.  Serbuk kayu 100 kg
  2. Bekaltul 100 kg
  3. Kapur bangunan 2 kg
 Cara kerjanya yaitu:

Gajen (serbuk kayu) yang diletakan di tanah, selanjutnya diberi bekatul dan kapur bangunan sesuai penambahan dari gajen yang sudah disiapkan. Kemudian ditambahkan media air sebanyak takaran yang cukup. Setelah itu, diaduk hingga secara merata menggunakan tangan, atau papan pengaduk yang dimiliki oleh pengusaha ini. Percobaan tersebut diikuti dengan baik oleh seluruh mahasiswa yang berpartispasi, termasuk saya. hehehe. Setelah dilakukan pengadukan, hasil pencampuran ini dimasukkan ke dalam plastik bening yang berukuran lebih sedang diantara plastik bening yang digunakan untuk Es batu. Proses pemasukan dari ketiga campuran ini dimasukin hingga msuk tepenuhi dan tidak ada yang melubangi daerah didalam plastik tersebut. Setelah itu, dilakukan pemanasan oven bersuhu 100 derajat celcius. Adapun dilakukan pembibitan selama 0 hari dalam pemanenannya. Distribusi jamur ini dilakukan o,eh pihak lainnya yang bekerja dengan bapak Rudi. Kata Bapak Rudi kalau rezeki dan punya usaha itu bekerja jangan sendiri, berbagilah rezeki itu apalagi rezeki didapat dengan cara yang halal. Distribusinya kini sudah sampai dirumah makan Maspur yang berada ditembalang. Sempat berfikir berarti jamur yang pernah aku makan, asalnya dari bapak Rudi.

Menurut Bapak Rudi adapun kendala dari budidaya jamur ini adalah:
  1. terjadinya kontaminasi semisal dari proses pengerjaan, masuknya mikroba didalam pembibitan tersebut
  2. 10% praktek (kultur jaringan)
  3. 90% dari bahannya
Adapun, dalam analisa gagalnya pak Rudi dalam pembudidayaan yaitu:
  1. Media kering
  2. adanya penambahan nutrisi yang dapat mengakibatkan meracuni jamur
  3. kurangnya materi mengenai jamur 
Setelah melakukan pembibitan, kamu diperlihatkan dari terbntuk jamur yang sudah jadi dan terbentuk, tempat itu seperti 2 golongan jamur ini ditemukan. Menurut pak Rudi, jamur yang sudah ada dari hasik pembibitan berjumlah 1000 buah. Dari kondisi pertumbuhan jamur, jamur berumur dan bertumbuh cepat sekitar 5-7 hari tetapi harus dalam keadaan lembab. Kalo hujan terus menerus tidak perlu disiram dengan air karena keadaan dan kondisi sudah lembab dan biasanya pertumbuhan lebih cepat bisa 2 hari. 

Dari pembibitan sampai pembudidayaan jamur sampailah dipenghujung acara, sebelumnya kami disuguhi oleh pihak rumah berupa camilan kering seperti snack, minuman teh, buah semangka dan tentunya Jamur goreng asli dari tempat pembuatan. Tidak hanya itu, seluruh komunitas yang mengiikuti acara itu diakhiri dengan makan siang bersama, foto, dan berpamitan terhadap oarang dirumah.

Terimakasih, semoga usaha Bapak Rudi sukses dan membuat peluang kerja bagi masyrakat disekitarnya..

Sekian, mohon maaf jika ada kekeliruan.

By Penulis abstrak : Meiza Hayyu Putri / 24020111140071
                              Mahasiswa S1 Biology Angkatan 2011 (Fluorescence), Universitas Diponegoro


0 komentar:

Posting Komentar